oleh

Oknum Kepsek di Empat Lawang Cabuli Guru Honorer

Ilustrasi : Wikipedia
Ilustrasi : Wikipedia

EMPAT LAWANG I Dunia pendidikan tercoreng akibat ulah oknum tenaga pendidik. Kali ini seorang guru honorer di Kabupaten Empat Lawang sebut saja melati (30) yang mengajar di salah satu SMP di Desa Pajar Bakti, Kecamatan Tebing Tinggi diduga menjadi korban perbuatan cabul.

Mirisnya, pelaku pencabulan tak lain adalah Kepala Sekolah (Kepsek) ditempatnya mengajar berinisial SF. Karena tidak senang dengan perbuatan pelaku, korban melaporkan SF ke SPKT Polres Empat Lawang, Selasa (8/12/2015) malam. Laporan korban tertuang dalam nomor polisi LP/B-322/XII/2015/Res Empat Lawang.

Kapolres Empat Lawang, AKBP Rantau Isnur Eka SIk melalui Kasat Reskrim, AKP Nanang Supriatna SH ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan mengenai perkara perbuatan cabul yang diduga dilakukan oleh oknum Kepsek.

“Laporannya sudah kami terima dan masih dalam tahap penyelidikan kami,” ujar Nanang diruang kerjanya Rabu (9/12/2015).

Dijelaskan Nanang, dalam laporan korban kejadiannya 3 September 2015 sekitar pukul 07.00 WIB di ruangan kantor SMP Negeri 6, Desa Pajar Bakti, Kecamatan Tebing Tinggi. Saat itu korban datang pagi-pagi ke sekolah, namun kondisi sekolah masih sepi.

Lalu korban dipanggil terlapor, terlapor melakukan perbuatan cabul dengan meremas bagian sensitif dan mencium pipi korban. Di hari lainnya terlapor juga melakukan perbuatan cabul namun berbeda dengan hari pertama.

“Dalam laporan, terlapor melakukan perbuatan cabul sebanyak dua kali. Dari pengaduan korban, masih dalam tahap penyelidikan kami, karena kasus ini antara kejadian dengan pengaduan jarak waktunya cukup lama,” bebernya.

Dari LP korban disertakan beberapa printout obrolan BlackBerry Messenger (BBM) antara korban dan terlapor. “Itu hanya untuk membuktikan kepada kami adanya kehasratan pelaku terhadap korban,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Empat Lawang, Agusni Effendi ketika dikonfirmasi mengatakan, belum mengetahui adanya pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum kepala sekolah terhadap guru honorer.

“Sampai saat ini kita belum mengetahui kasus pelecehan itu,” ujar Agusni melalui ponselnya. Dirinya pun mengatakan, akan menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan oleh pihak Polres Empat Lawang.

“Kita tunggu terlebih dahulu hasil penyelidikan, setelah itu kita panggil oknum kepala sekolah tersebut,” tukasnya. (Ridichen)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment