oleh

Penangan Korupsi di Kabupaten OKI Jalan Ditempat

KAYUAGUNG I Dua kasus tindak pidana dugaan korupsi yang ditangani oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kayuagung dan Polres OKI, hingga saat ini belum bisa dirampungkan lantaran terkendala hasil audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang tak kunjung selesai.

Kasus dugaan korupsi Dana Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) di Puskesmas Kutaraya, Kecamatan Kota Kayuagung. Hasil audit terkait kasus ini tak kunjung keluar, menyebabkan proses hukum menjadi tersendat.

Alhasil, penyidik tindak pidana korupsi (pidkor) Polres OKI, belum bisa melakukan pemeriksaan dan penetapan tersangka dalam kasus tersebut. Padahal penyidikan kasus tersebut dilakukan sejak bulan Mei 2015.

“Kita masih menunggu hasil Audit BPKP. Tanpa hasil audit tersebut, kita tidak bisa melakukan pemeriksaan dan penetapan tersangka, ” ungkap Kasat Reskrim Polres OKI, AKP Dikri Olfandi didampingi Kanit Tipikor, Iptu Jailili, Selasa (1/12/2015).

Dia melajutkan, setelah hasil audit keluar dan dilakukan pemeriksaan tersangka, maka selanjutnya berkas akan dilimpahkan ke pihak Kejaksaan. Sehingga, kasus tersebut segera bergulir ke persidangan.

“Jika sudah lengkap secepatnya akan kita limpahkan, mudah-mudahan kasus ini akan segera rampung,” Timpal Jailili.

Kasus lainnya adalah kasus dugaan korupsi dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) sekitar Rp10,9 miliar yang dikucurkan BRI Cabang Kayuagung tahun 2009, kepada panitia penyalur KUR untuk warga Desa Mekar Wangi, Kecamatan Mesuji, Kabupaten OKI.

Kasus ini sudah lebih dari setahun dilakukan penyidikan oleh pihak Kejaksaan Negeri Kayu Agung. Namun, masalahnya sama yaitu terkendala audit dari BPKP, padahal penyidik telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kayuagung, Viva Hari Rustaman melalui Kasi Intel, Deni menegaskan, hasil audit ditunggu untuk mengetahui kerugian Negara yang ditimbulkan akibat perbuatan para tersangka.

“Jika hasil audit sudah keluar akan segera kita limpahkan dari penyelidik ke penuntut umum,” ujar Deni.

Menurutnya, dalam beberapa hari kedepan tim audit akan langsung datang ke Kayu Agung. Pihaknya berharap, masyarakat untuk sedikit bersabar penuntasan kasus tersebut.

“Secepatnya akan kita selesaikan. Tentu kita juga tidak ingin kasus ini berlarut-larut,” tutupnya.*

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *