oleh

Sektor Pariwisata Terancam, DPRD Pagaralam Minta Pemerintah Gandeng Media

PAGARALAM | Munculnya harimau di Pagaralam yang sempat menyerang kelompok wisatawan lokal di tenda di kawasan wisata teh Tugu Rimau, dan baru-baru ini harimau kembali menyerang warga Tebat Benawa Kecamatan Dempo Selatan berdampak serius terhadap sektor pariwisata pagaralam.

Menyikapi hal tersebut, anggota DPRD Kota Pagaralam melakukan rapat tertutup bersama Asisten Dua, Kepala KPH X Dempo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, BKSDA Sumsel, dan PLK Sat Pol PP serta membentuk Panitia Khusus ( PANSUS) untuk mengatasi permasalahan Harimau yang menyerang warga.

Ketua DPRD Pagaralam Jenny Shandiyah didampingi anggota dewan lainya, mempertanyakan kenapa harimau tersebut bisa menyerang masyarakat dan dalam rapat tersebut pihaknya juga memberikan rekomendasi atau usulan kepada pemerintah.

Salah satunya,  pemerintah diminta merangkul Media Masa untuk melakukan counter berita tentang Harimau dengan pemberitaan wisata pagaralam khususnya tempat wisata baru yang harus di ekpose lagi melalui media masa.

Kemudian, DPRD juga meminta Dinas-dinas untuk mengadakan event tertentu guna menggaet atau memikat kembali para wisatawan untuk berkunjung ke pagaralam dalam rangka meramaikan di penghujung tahun 2019 yang telah masuk bulan Liburan.

Pemerintah Kota Pagaralam juga diminta untuk membuat posko pengamanan yang berkoordinasi dengan TNI dan Polri serta menggandeng media masa untuk memberitakan bahwa pagaralam aman untuk berwisata karena ada posko keamanannya

Pemerintahan harus berkoordinasi dengan BKSDA untuk mengupdate keberadaan Harimau ini setiap waktu yang nantinya akan disebarkan melalui Humas dan media kepada masyarakat agar kita mengetahui dimana jejak terakhir hewan buas tersebut

Ditambahkannya, Pemerintah Kota juga harus menerapkan SOP dan mensosialisasikan apa yang ahrus dilakukan apabila bertemu dengan harimau dengan mulai mencontoh atau mengcopy daerah daerah yang pernah terjadi hal serupa.

Katanya, Pemerintah Kota Pagaralam diminta untuk duduk bersama serta berkoordinasi dengan Pemerintahan Daerah Tetangga seperti Kabupaten Lahat dan Kabupaten Empat Lawang yang mempunyai masalah yang sama (Harimau) sehingga terjadi sinerginitas antara ketiga pemerintahan dalam menanggulangi hal ini.

Terakhir DPRD Kota Pagaralam juga mengusulkan agar segera melakukan sholat istiqhosoh yaitu sholat permohonan pertolongan kepada Allah Swt menyikapi bencana ini.”Kita juga harus minta pertolongan Allah, siapa tahu bahwa mungkin kita masyarakat pagaralam telah melakukan kesalahan terhadap bumi besemah ini,”ujarnya.

Sebagai informasi, Hutan Lindung Gunung Dempo yang luasnya sekitar 28.740 hektar, lokasinya berbatasan dengan perkebunan pemerintah dan masyarakat di Kota Pagaralam, sejumlah desa di Kecamatan Tanjungsakti, Kabupaten Lahat, serta Provinsi Bengkulu.

Polres Pagaralam Patroli berikan rasa aman bagi wisatawan

Corp Sabhara Polres Pagaralam melalui Tim Rimau melakukan Patroli demi memberikan rasa aman terhadap Wisatawan yang akan menghabiskan unjung tahun 2019 serta menyambut Tahun Baru 2020 di wilayah wisata Kebun Teh Gunung Dempo Kota Pagaralam

Tim Rimau Polres Pagaralam melakukan Patroli ke tepat-tempat objek wisata serta menghimbau wisatawan agar tidak berkemah di Areal Tugu Rimau.

Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara melalui Kasat Sabhara Iptu Zanzibar Z mengatakan berdasarkan keterangan pihak BKSDA bahwa kemunculan Harimau Sumatera di Pagaralam akhir-akhir ini hanya terjadi di kawasan Hutan Lindung (HL).

“Untuk itu kawasan wisata di Pagaralam masih aman dari ancaman Harimau karena tidak berada di kawasan hutan lindung,” ujarnya.

Namun untuk memastikan dan memberikan rasa aman kepada wisatawan yang akan berwisata ke Pagaralam pihaknya akan terus melalukan patroli di kawasan wisata Kebun Teh Gunung Dempo.

“Guna memastikan jika tidak ada ancaman binatang buas di kawasan tersebut serta sejumlah anggota tim Patroli membuat video imbauan langsung di lokasi kebun teh,”ujarnya.(Digo)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *