oleh

BKSDA Sebut Kemunculan Harimau di Pagaralam karena Habitatnya Terganggu

Pagaralam | Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel angkat bicara terkait adanya hewan liar (Harimau) yang masuk ke pemukiman warga dusun Rimba Candi Kecamatan Dempo Tengah sekitar pukul 16.00 WIB (Kamis 28/11) lalu.

Sebelumnya beberapa pemberitaan media menyebutkan sekitar pukul 16.00 WIB (Kamis 28/11) warga Rimba Candi heboh dengan penemuan jejak kaki harimau berukuran besar di dekat perkebunan dan rumah tinggal warga setempat dan setelah memastikan bahwa jejak kaki itu adalah jejak harimau lalu warga melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian Polsek Dempo Tengah.

Kepala Seksi 2 Resort Lahat Puspito menjelaskan setelah kita tinjau ke lokasi memang benar ditemukannya jejak Harimau di dusun tersebut hal ini juga dikarenakan lokasi dusun tersebut berdekatan dengan Hutan Lindung (HL) sekitar 190 M yang memang di dalam hutan lindung tersebut ada habitatnya.

“Jejak harimau yang kita cek itu berada tepat di dusun penyangga hutan lindung sehingga sangat mungkin harimau tersebut masuk ke pemukiman dikarenakan habitat kawasan mereka terganggu,” Terang Pria kerap disapa Mas Ito.

Menurutnya, tim juga sudah memberikan arahan serta himbauan kepada masyarakat areal tersebut agar jangan masuk ke wilayah tersebut apalagi sampai melakukan aktivitas menebang, dan berburu di dalam Hutan Lindung karena mereka (Harimau) akan merasa terganggu.

“Ya ibarat kita saja apabila perkebunan kita dimasuki orang apalagi dicuri hasil kebun pasti kita akan marah begitu juga dengan Hewan liar tersebut,” Ujar Mas Ito

Menurutnya, Pemerintah Kota Pagaralam khususnya Dinas Kehutanan harus aktif memantau aktifitas masyarakat yang berkaitan dengan Hutan Lindung sehingga kedepannya tidak ada lagi konflik antara manusia dan hewan hewan liar.(Digo)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *