oleh

Memprihatinkan, SMP Negeri 1 Merawang Tak Mampu Beli Mobiler

MERAWANG | Kondisi mobiler (kursi dan meja) SMPN 1 Merawang Kabupaten Bangka sangat memprihatinkan. Kondisi tersebut menghawatirkan dan sangat tidak menunjang dunia pendidikan yang selalu di gaung – gaungkan untuk mendapatkan pendidikan bermutu.

Pasalnya , mobiler SMPN 1 banyak yang rusak parah dan tak layak pakai, tidak seperti sekolah pada umumnya, terpantau dilokasi ruang kelas sekolah,  tampak kursi plastik yang tak sama ( tak seragam) dan kursi kayu  tanpa senderan  yang masih dipakai menjadi tempat duduk siswa di sekolah tersebut.

Kepala sekolah SMP Negeri 1 Merawang, Adriana SPd mengatakan, bahwa tahun ini sekolahnya belum mampu untuk membeli mobiler, akan tetapi ada bantuan dari paguyuban sekolah.

” Di tahun ini (2019) sekolah kami belum mampu untuk beli mobiler karena belum ada anggaran , tapi ada bantuan dari paguyuban ,” ucap Andriana.

Ditambahkan Kepala Tata Usaha sekolah SMPN 1 Merawang, Taufik disetiap tahun selalu mengajukan kebutuhan untuk mobiler.

” Hampir setiap tahun kami selalu mengajukan mobiler,” terang Taufik.

Karena sudah 8 tahun mobiler sekolah ini tidak pernah ada pergantian, jika dilihat dari kondisi mobiler saat ini sekitar 50 persen mobiler yang layak pakai ,” tambah Edi , Guru yang membidangi Sarana dan Prasarana SMPN 1 Merawang , Senin (25/11/2019) .

Terpisah, Kabid Dikdas Dinas Pendidikan dan kabupaten Bangka Yudi Aprizal saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (26/11/2019) mengatakan  permasalahan mobiler memang menjadi salah satu kebutuhan pokok dalam dunia pendidikan  dan  Dinas pendidikan Bangka agak kesulitan , karena kebutuhan di lapangan untuk mobiler ini cukup signifikan , dan lagi banyak yang harus dipenuhi baik di SD maupun SMP .

“Memang di sekolah itu (SMPN1 merawang) sudah lama Mobilernya belum diganti , tetapi kami sudah berusaha ditahun ini untuk menganggarkan pengadaan mobiler tersebut ,” diakui Yudi.

Tetapi hal itu tidak cukup banyak , karena keterbatasan dari dana  PAD yang ada dan Dinas sudah menganggarkan dana kurang lebih sekitar 7 M untuk pengadaan mobiler untuk 80 lokal,” terangnya .

Karena keterbatasan Anggaran , kami dinas pendidikan Bangka yang ada di daerah , kami  mencoba memaksimalkan , dan  ada hal – hal yang harus kita penuhi seperti sarana dasar yang harus kita penuhi misalnya sanitasi , wc siswa harus bagus juga , karena klo siswa tidak ada wc susah juga,sedangkan kebutuhan WC sekolah cukup lumayan,” kata Kabid dikdas  siang itu .

Disinggung tentang kondisi kursi SMPN 1 Merawang yang sudah rusak parah, Yudi mengatakan Dinas Pendidikan Bangka bersama Bupati Bangka akan membuat proposal yang akan dibawa langsung ke Kementrian dengan pengajuan mobiler untuk sekitar 200 lokal , selanjutnya pengajuan kepada pihak – pihak yang peduli terhadap dunia Pendidikan.

Terkait eksekusi untuk mobiler  sendiri kabid Dikdas belum bisa memastikannya  karena DPA nya belum turun , dalam arti dana yang bisa kita gunakan di tahun 2020 belum tau nilainya,” tukas Yudi .

Kami berharap ada peningkatan dana untuk mobiler dan kami pun melarang sekolah memungut biaya kepada siswa untuk pembelian kursi kecuali siswa yang mau menyumbang dengan suka rela, atau dalam bentuk sumbanga yang di masukan kedalam kotak dan  juga melalui komite sekolah ada kontribusinya hanya tidak boleh mewajibkan atau dengan membuat aturan dengan menarik iuran itu tidak boleh tapi kalau mau membantu silahkan ,” paparnya.

Jadi intinya , satu kami menganggarkan melalui Dinas Pendidikan Kab. Bangka, kedua kami akan ajukan ke kementrian dan ketiga coba mencari melalui dana CSR.(Doni)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *