oleh

Kabid Bina Marga Bangka Disomasi

PANGKALPINANG | Ketua Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) Babel, Ngadianto Asri menyurati Kabid Buna Marga PUPR Bangka, Panca Pujiyadi. Surat bernomor 011/SK -FWKBB/ XI/2019 tersebut merupakan bentuk respon serta sikap tegas dari Forwaka Babel, atas ucapan yang dirasa tidak senonoh serta melecehkan profesi wartawan anggota Forwaka. Surat dengan perihal permintaan klarifikasi yang berisi desakan menyampaikan permohonan maaf dari Panca Pujiyadi atas perbuatannya menyebut wartawan bernama Dedi Wahyudi “tukang rusoh” saat hendak diminta konfirmasi terkait berita.

“Selaku ketua Forwaka saya mendengarkan juga permasalahan anggota kita di lapangan. Kebetulan terjadi insiden ini, saya pun berkewajiban merespon dan menyampaikan sikap selaku ketua Forwaka. Karena harus ada pembelajaran bagi para nara sumber jangan melecehkan wartawan yang sedang melakukan tugaa jurnalistik,” jelas pria yang akrab disapa Pak Nga ini.

Ngadianto juga menjelaskan bahwa mereka juga tidak bermain-main terkait surat tersebut. Pihaknya menyampaikan dead line hingga Senin 2 Desember 2019 pekan depan. Ditegaskannya bahwa Forwaka sudah mengkaji pelanggaran ap yang sudah dilakukan oleh Panca Pujiyadi tersebut. Dan pihaknya akan mendorong masalah ini ke arah hukum formal jika Panca Pujiyadi tidak merespon surat klarifikasi serta desakan permohonan maaf tersebut.

“Kita sudah diskusikan dengan rekan-rekan praktisi hukum bahwa apa yang sudah dilakukan oleh Panca Pujiyadi diduga sudah masuk ranah pasal 310 dan pasal 311 KUHP. Karena ada unsur Perbuatan tidak menyenangkan, Pencemaran nama baik, serta pelecehan dan fitnah. Oleh karena itu jika ternyata pihak Panca Pujiyadi tidak merespon surat kita, ya bukan tidak mungkin masalah ini kami bawa ke proses hukum formal. Jangan kebiase (jangan sampai jadi kebiasaan-red) lah masalah seperti ini nanti bisa-bisa kita terus dilecehkan oleh nara sumber,” tegas Ngadianto.

Diketahui sebelumnya, kasus ini mencuat saat Dedi Wahyudi wartawan dari  beritamusi.co.id hendak menjalankan tugasnya sebagai pekerja pers mengkonfirmasi pemberitaan terkait pembangunan proyek Jembatan di Bantan Kecamatan Belinyu kepada Panca selaku Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bangka, Senin (25/11/2019) sekira pukul 12.00 WIB di halaman Mapolres Bangka, justru bukan penjelasan yang didapat dari Panca Pujayadi selaku nara sumber melainkan perlakuan dan ucapan yang tidak menyenangkan dengan menyebut wartawan tukang rusoh.

“Ikak ni tukang rusoh,” kata Panca.

Hingga berita ini diturunkan, masih diupayakan konfirmasi ke pihak Panca melalui nomor Hp 081386552*** . Namun sayangnya nomor tersebut saat dihubungi selalu berbunyi Nomor yang sedang anda tuju sedang tidak dapat dihubungi. (dedi)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *