oleh

Koordinasi Kelanjutan Exit Tol, DPRD OKI Kunker ke Hutama Karya

Ogan Komering Ilir | Komisi III DPRD Ogan Komering Ilir (OKI), melaksanakan kunjungan kerja ke BPJT Kementrian PU dan PT Hutama Karya selaku Badan Usaha Jalan Tol trans Sumatera Pematang Panggang-Kayuagung (PPKA).

Kunjungan yang diketuai langsung oleh ketua DPRD OKI ini bertujuannya, untuk menanyakan serta koordinasi mengenai kelanjutan penambahan pintu tol di Kabupaten OKI. “Kunjungan kita ini untuk melakukan koordinasi kepada PT Hutama Karya selaku Badan Usaha Jalan Tol soal penambahan akses keluar masuk Tol Pematang Panggang-Kayuagung (PPKA),” kata Ketua DPRD OKI, Abdiyanto Fikri usai melakukan kunker ke Jakarta beberapawaktu lalu.

Menurut Abdiyanto, Tol PPKA yang panjangnya mencapai 90 kilometer ini hanya memiliki dua pintu tol yaitu di Kayuagung dan Pematang Panggang (Mesuji). Bahkan pihak HK sudah memastikan akan menambah pintu tol di Mataram.

“Sudah dipastikan exit tol itu di Mataram tapi untuk jalur keluarnya ada tiga alternative apakah ke Surya Adi seperti permintaan pak Bupati, apakah ke unit 7 atau keluar ke seberuk yang paling memungkinkan dan hamper dipastikan jalur keluar dari mataram itu ke seberuk karena posisinya berada di tengah-tengah,”ujarnya.

Kata Abdiyanto, masyarakat dan kades di seberuk kecamatan lempuing jaya sudah sepakat bahwa tidak diganti rugi. “Saat ini HK masih menunggu persiapan dari pemerintah provinsi dan pemerintah daerah terkait kepastian jaminan tidak diganti rugi, kalau sudah akan segera di tender bahkan HK sudah menyiapkan dana sebesar Rp 68Miliar,”ungkapnya.

Selain itu,kata Abdiyanto kunjungan kerja mereka tersebut juga menanyakan soal kemitraan. Bahkan pihaknya berharap res area yang ada di Kabupaten OKI bisa diisi oleh UKM lokal.”Harapan kita UKM Lokal yang akan  mengisi res area tol di OKI selain itu, kita juga mengusulkan agar di res area dibangun semacam khas OKI seperti perahu kajang,”ungkapnya.

Ditambahkannya, dalam waktu dekat pihaknya akan mendalami bagian investasi tersebut untuk mendapatkan kepastian bagaimana pola kemitraan, setidaknya bisa membuka lapangan kerja untuk UMKM agar bisa mengisi res area.

Katanya, Pintu tol tambahan ini dirasakan sangat penting karena di antara pintu tol yang sudah dibuat sejak awal ada wilayah yang penduduknya cukup padat dan rata-rata punya mobil. Selain itu, di wilayah tersebut seperti di Kecamatan Lempuing, Lempuing Jaya dan Kecamatan lainnya ada banyak kendaraan yang diprediksi akan lalu-lalang ke arah Palembang dan Lampung.

“Dan itu ada wilayah yang cukup dekat dengan OKU Timur, sehingga diharapkan konektivitas antar wilayah akan semakin dekat,” jelasnya.(Romi)

 

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *