oleh

Mahfudz: Partai Gelora Ibarat Janin, Banyak Didoakan Saja

JAKARTA I Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Mahfud Siddiq mengibaratkan partai barunya masih berupa janin dan belum benar-benar lahir. Kelahirannya masih harus menunggu status sebagai partai politik dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Karena itu ia enggan memikirkan nada-nada pesimistis terkait Partai Gelora. Ia justru meminta banyak doa untuk partainya.

“Karena Gelora ini kan baru lahir kalau status sebagai partai politik sudah keluar dari Kemenkumham. Kalau sekarang ini masih janin dalam perut masih menunggu kelahiran, jadi sebagaimana bayi mau lahir banyak didoain saja,” ujar Mahfud, Ahad (10/11/2019).

Terkait pembajakan tokoh-tokoh atau elit politik, Mahfud mengaku pihaknya tidak melakukan itu. Sebab, Partai Gelora tidak akan menerapkan sistem distribusi dari pusat ke daerah. Tapi sebaliknya melakukan mobilisasi daerah ke pusat.

Menurut Mahfud, hal itu sudah disampaikan oleh Ketua Umum, Anies Matta ketika memberikan pengarahan kepada ketua-ketua DPW dari 34 provinsi. Salah satu poinnya, Gelora akan menggunakan pendekatan melakukan konsolidasi dan mobilisasi daerah ke pusat jadi bukan distribusi pusat ke daerah.

“Jadi bukan bagaimana merekrut tokoh-tokoh nasional sebanyak-banyaknya,” ujar dia.

Lanjut Mahfud, justru bagaimana mengangkat, bagaimana mengajak tokoh-tokoh elit membuka jembatan bagi mereka untuk menjadi bagian dari nasional.

Partai Gelombang Rakyat (Gelora) sudah mengumumkan struktur kepengurusannya. Politikus Anis Matta akan menjabat ketua umum, sementara Fahri Hamzah sebagai wakil ketua umum.

Posisi Sekjen diisi Mahfudz Siddiq, sementara bendahara umumnya adalah Ahmad Riyaldi. Belakangan salah satu nama elit politik yang memastikan bergabung adalah Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar atau Demiz. (*)

Sumber: republika.co.id

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *