oleh

Mantan Sekwan Pangkalpinang Ditetapkan Tersangka SPPD Fiktif

PANGKALPINANG | Mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) Kota Pangkalpinang, berinisial LP resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara SPPD oleh fiiktif 13 Dewan Kota oleh Kejaksaan Negeri Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Selasa (5/11/2019).

Kajari Pangkalpinang RM Ari Prioagung didampinggi Kasi Pidsus, Eddowan, Kasi Intel, Ryan Sumarta dan Kasi Pidum Erwin mengatakan, tim telah melakukan pemeriksaan terhadap 44 orang saksi terdiri dari anggota Dewan 21 orang, dari Pemerintah pusat 4 orang, honor Sekwan 3 orang, mantan PNS Pangkalpinang 1 orang.

Tak hanya itu, penyidik juga telah mendapatkan data manefest dari jasa penerbangan Garuda dan Sriwijaya Air jika 13 anggota DPRD Pangkalpinang seluruhnya berangkat ke Jakarta hanya saja. Hanya saja, saat di Jakarta tidak sampai ketempat tujuan.

“Kami Informasikan juga, kegiatan tidak ada yang fiktif karena kegiatan tidak ada pembatalan, hanya 13 orang tidak menjalankan tugas,” tegas Kajari.

Lebih lanjut dikatakan Kajari, dalam perkara ini, Penguna Anggaran (PA) telah mengetahui kegiatan pada tanggal 9-14 Februari 2017 pada saat ditandatanganinya SPDP.

LP selaku Penguna Anggaran, seharusnya tidak menyetujui proses pencairan sisa perjalanan dinas dan harusnya membatalkan pertangungjawaban pencairan. Hal tersebut telah melangar pasal 18 ayat 3 Undang – undang Nomor 1 tahun 2004.

” Jadi hasil ekpos dari tim penyidik untuk awal ini kita lakukan terhadap LP. Masalahnya disitulah, kalau beliau tidak menandatangani tidak akan bisa,” tegas Kajari Pangkalpinang RM Ari Prio Agung dalam konfrensi pers dilantai II kantor Kajari Pangkalpinang.

Tak sampai disitu saja, rencananya penyidik akan menggali informasi dari tersangka LP guna menuntaskan perkara SPPD 13 anggota DPRD Pangkalpinang.

” Untuk pengembangan selanjutnya nanti. Kita tunggu perkembangan. Untuk penahanan itu nanti sama penyidik. Kalau memang kira – kira akan lari, akan merusak barang bukti maka akan secepatnya kita tahan,” katanya.

Dijelaskan Kajari, perkara SPPD fiktif 13 anggota DPRD Pangkalpinang sendiri tidak akan berhenti sampai pada penetapan terhadap tersangka LP. ” Masih jalan dan terus berlanjut. Insya Allah tahun depan sudah selesai,” tegas Ari Prioagung seraya menambahkan pihaknya akan memantau peran dari masing-masing dalam perkara ini. (doni)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *