oleh

Jaksa Endus Adanya Penyimpangan Proyek Toilet

SUNGAILIAT | Proyek pembangunan fasilitas umum (fasum) berupa toilet milik Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bangka yang terletak di Desa Rebo, Sungailiat tahun 2019 diduga mark up.

Tak hanya proyek toilet di Desa Rebo saja yang diduga mark up, dua proyek lainnya yakni proyek toilet di Dusun Air Abik Kecamatan Riau Silip dan pembangunan mushola di lingkungan Jalan Laut Sungailiat juga diduga kuat mark up dengan total anggaran sebesar Rp 500 juta sumber dana ‘DABA’.

“Indikasi tipikornya mark up, pekerjaannya tidak sesuai dengan RAB dan pekerjaan tersebut dilakukan bukan oleh CV perusahaan itu sendiri. Jadi proyek ini dikerjakan oleh orang yang tidak mempunyai kepentingan dalam sebuah pekerjaan tersebut. Untuk itu kita terus melakukan penggalian, apakah memang benar pekerjaan tersebut dilakukan oleh perusahaan langsung atau orang lain walaupun indikasinya kita sudah mengarah bahwa ada orang lain yang melakukan pekerjaan tersebut,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Bangka Aditya Sulaiman kepada dikantornya, Senin ( 28/10) kemarin.

Sejauh ini, sambung Aditya, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap PPK, PPTK, pejabat pengadaan, pengawas lapangan berserta perencanaan (Pembuat RAB) dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bangka.

“Yang belum kita periksa itu dari Direktur perusahaannya dan kemudian orang yang diduga melakukan pekerjaan tersebut. Kalau misalkan itu sudah semua (Diperiksa/Red), mungkin kita sudah bisa membuat kesimpulan bagaimana kedepannya,“ kata Aditya.

Disinggung apakah penyidik sudah turun ke lokasi, Aditya menyatakan penyidik sudah turun kelokasi dan jika dilihat secara kasat mata dengan harga proyek yang seperti itu nampaknya tidak terlalu layak.

“Layak atau tidaknya nanti ahli lah yang menujukan karena kami sebagai penegak hukum hanya sebatas aturan, sedangkan untuk menilai fisik adalah ahlinya,“ ujar Aditya seraya menambahkan jika suatu proyek yang baru selesai dikerjaakan dan belum diaudit bukan lah menjadi persoalan untuk pihaknya melakukan penyelidikan.

Menaggapi hal ini, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangka Asep Setiawan mengungkapkan jika proyek pembangunan Fasum yang

menggunakan dana DABA tahun 2019 oleh pihaknya sebagai penyelenggara dikerjakan sudah sesuai dengan spek dan tidak ada mark up di dalamnya. Bahkan menurutnya, rekanan yang mau mengambil proyek PL berapa saja tidak menjadi persoalan, terlebih lagi Goliong (Kontraktor /Red) yang mempunyai mitra-mitra bagian dari sebuah kerja sama.

“Proyek Fasum itu dikerjakan sudah sesuai dengan spek dan tidak ada mark up. Goliong punya mitra-mitra itu bagian dari dia yang punya duit, bisa saja berkerja sama, tidak diharamkan, halal kok dan tidak menyalahi aturan,” kata Asep.

Dijelaskannya bahwa dirinya saat itu mencari referensi dari Dinas PU Bangka untuk mendapatkan rekanan yang baik dan ternyata mitra-mitranya meraka (Dinas Pu Bangka/Red) adalah Goliong.

“Goliong ada pada bagian proyek Fasum, entah pekerjanya, entah pemborong, entah sebagai penyedia materialnya, apa kerja sama atau apa, itu urusan perusahaan lah,“ jelas Asep.

Dengan bergulirnya kasus dugaan penyimpangan proyek ‘DABA’ di Kejaksaan Negeri Bangka, Asep menyatakan bahwa dirinya tidak ada rasa khawatir bahkan kondisi dirinya saat ini dalam keaadaan biasa-biasa saja.

“Oh saya tidak khawatir sepanjang ini, saya lempeng, silahkan bahkan sampai tanya ya saya jujur ini listriknya dari saya, dari mana, kami yang pasang karena mau cepat dimanfaatkan jangan sampai ini diabaikan atau menunggu perawatan,” ucap Asep. (Dedy smile)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *