oleh

Thia Yufada Raih Apresiasi Perempuan Hebat Indonesia 2019

JAKARTA | Ketua TP PKK Musi Banyuasin Thia Yufada Dodi Reza kembali meraih penghargaan berupa Apresiasi Perempuan Hebat Indonesia 2019. Penghargaan yang diberikan oleh Sindo Weekly bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA) ini digelar di Hotel Aryaduta Jakarta, Jumat (18/10/2019). Pada acara ini Thia menerima anugerah perempuan hebat yang telah menunjukan dedikasi, prestasi, keteladanan, inspiratif, dan inovatif di Indonesia.

Thia Yufada Dodi Reza yang juga peraih Wanita Inspiratif 2019 ini tidak sendiri. Bersama 13 Perempuan Hebat Indonesia lainnya, ia menerima anugerah yakni diantaranya Christin Djuarto – CEO PT Shopee Indonesia, Leberina Louisa Evelin Louhenapessy Ketua TP PKK Kota Ambon, Mira Lesmana – Founder Miles Film, Amany Burhanuddin Umar Lubis- Rektor Universitas Islam Negeri Jakarta / Syarif Hidayatullah, Nurhayati Subakat – CEO PT Paragon Technology and Innovation (Wardah).

Kemudian, Setia N Milatia Moemin – Direktur Utama Perum DAMRI, Dian Siswarini – CEO PT XL Axiata Indonesia Tbk, CEO PT Paragon Technology and Innovation (Wardah), Hasinah Jusuf – Direktur Allianz Life Indonesia, Khofifah Indar Parawansa – Gubernur Jawa Timur, Neni Moerniaeni – Walikota Bontang, Retno Lestari Priansari Marsudi – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, dan Sri Puguh Budi Utami – Direktorat Jenderal Permasyarakatan.

“Berdasarkan penilaian tim dan rekam jejak Ibu Thia sendiri, maka Ibu Thia Yufada ini sangat pas dan pantas meraih Apresiasi Perempuan Hebat Indonesia 2019 kategori Perempuan Hebat Kreatif Entrepreneur Digital,” ungkap Pemimpin Redaksi Sindo Weekly Nevyhetharia.

Lanjutnya, kreasi dan inovasi dari Thia Yufada dapat terlihat dari kegetolan mengangkat derajat petani Gambir dengan implementasi inisiasi fashion Gambo Muba yang kini menjadi trend fashion.

“Gambo Muba ini menyedot perhatian dunia fashion, selain mengangkat produk kearifan lokal. Gambo Muba ini pula mampu mengangkat derajat serta kesejahteraan petani gambir.

Dikatakan, dari ratusan perempuan-perempuan hebat di Indonesia yang masuk kategori penilaian, 14 perempuan ini telah banyak memberikan kontribusi positif dan menginspirasi banyak pihak utamanya kaum hawa.

“Kami berharap apresiasi ini dapat menjadi bagian support agar perempuan-perempuan Indonesia terus memberikan kontribusi positif untuk kemajuan Indonesia dan selalu menginspirasi banyak orang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Muba Thia Yufada mengucapkan terima kasih atas kepercayaan untuk mendapatkan penghargaan Apresiasi Perempuan Hebat Indonesia 2019.

“Penghargaan ini saya persembahkan untuk kaum perempuan di Muba khususnya kaum perempuan petani Gambir dan pengerajin Gambo Muba,” ujarnya

Kini, lanjut Thia, Gambo Muba secara masif bahkan menyentuh kalangan selebriti ibukota di Jakarta. Thia mengaku sedang benar-benar antusias memperkenalkan kain Jumputan tradisional dari daerahnya.

Dia ingin daerah yang dipimpin oleh Dodi Reza Alex itu punya kekhasan yang bisa dibanggakan. Terutama di kancah dunia di bidang fashion.

“Namanya kain Gambo, Gambo Muba ini biasa disebut oleh orang Sekayu. Gambir di daerah Babat Toman yang paling baik menurut peneliti, ini tentu berbeda jauh dari daerah lain dan ada khasnya,” imbuh ibu dua orang anak ini.

Lebih lanjut, kata Thia, dari sejarah teknik Jumputan berasal dari negeri tirai bambu ini dibawa oleh para saudagar asal India. Karena keragaman warna dan motif yang indah, maka teknik ini mulai berkembang di Nusantara.

Khusus Indonesia batik Jumputan biasa diproduksi oleh daerah tertentu, seperti Yogyakarta, Solo, Pekalongan, Bali dan Sumatera Selatan yang saat ini sedang go international adalah batik Jumputan Gambo Muba.

“Alhamdulillah Gambo Muba mulai dilirik dan dapat bertengger di industri fashion baik di level nasional atau internasional,” kata mantan Presenter TV Nasional ini.

Thia optimis produk asli daerahnya ke depan dapat terus bersaing. Sehingga memang harus ada inovasi-inovasi kekinian yang terus berkembang.

“Sesuatu yang tidak berguna kami coba manfaatkan dengan maksimal supaya memiliki nilai tinggi dan menghasilkan sesuatu yang luar biasa, terutama untuk perkembangan industri tekstil,” ulasnya.

Thia menyebut Gambo Muba sebagai eco fashion yang mampu mengangkat ekonomi petani getah gambir lantaran dikerjakan oleh tangan-tangan terampil para ibu di desa. Hasilnya telah menambah penghasilan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan.

Gambo Muba adalah tekstil khas metode jumputan, diwarnai dengan dicelup getah gambir yang awalnya dianggap limbah dan dibuang percuma. Kini Thia mampu mendorong perajin gambir dengan merubah  limbah menjadi pewarna utama kain. Sebagai prosuk Eco fashion, Gambo Muba memakai  100 persen pewarna anti kimia.

“Ini menjawab isu international bahwa lebih dari 50 persen limbah kimia berasal dari limbah tekstil. Gambo Muba adalah aksi alternatif dan sumbangan Muba untuk dunia tekstil. Kami tidak menghasilkan limbah kimia tetapi memanfaatkan limbah getah gambir sebagai pewarna alami Gambo Muba,” terangnya.

Sebelumnya pula jumputan Musi Banyuasin berbasis pewarna alami ini berhasil bikin Ibu Negara Irina Joko Widodo kagum.

Iriana menyebut produk Gambo Muba telah mengangkat kearifan lokal dan memberikan kontribusi positif bagi petani gambir dan pengrajin Gambo Muba.(Endang)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *