oleh

H. Hor Ditetapkan Tersangka Dugaan Penipuan Jual Beli Lahan, Jaksa Tunggu Pelimpahan Tahap II

SUNGAILIAT | Setelah ditetapkan statusnya menjadi tersangka oleh penyidik Polres Bangka dalam perkara dugaan jual beli lahan di Dusun Mudel Desa Air Anyir Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

H.Hor (Hormen) yang sekarang menjabat sebagai Kepala Dusun (Kadus) Mudel nasibnya akan dipertaruhkan di meja hijau (persidangan).

Kendati berstatus tersangka, H Hor masih bisa menjalani aktivitasnya sebagai Kadus Mudel lantaran tidak dilakukan penahanan.

“Kenapa tersangka tidak ditahan, itu ranah atau haknya penyidik. Ditahan atau tidak yang penting tersangka proaktif tidak melarikan diri,” ungkap AKP Ricky Dwiraya Putra SIk, Kasat Reskrim Polres Bangka seizin Kapolres Bangka AKBP Aris Sulityono SH MH beberapa waktu lalu.

Disebutkan Ricky, kasus dugaan penipuan dengan tersangka H Hor
berkas perkaranya sudah di limpahkah ke Kejari Bangka.

“Sudah dilimpahkan ke Pidum Kejari Bangka oleh pihak penyidik Polres Bangka. Pasal 378 tersangka Hormen alias H Hor bin Wahap dengan pelapor Muhamad Salim No spdp /37 tgl 12 September 2019,” katanya.

Dihubungi terpisah,
Kasi Pidum Kejari Bangja, Rizal SH seizin Kajari Bangka, Jefri Huwae SH.MH membenarkan kalau berkas H.Hor kini sudah tahap 1 dan kini masih ditangani oleh pihak penyidik Polres Bangka.

“Sudah Tahap 1 tapi berkas belum lengkap jadi masih P19. Adapun pasal yang dikenakan penyidik pasal 378 (penipuan) dan tersangka dalam berkas tidak ditahan, ” jelas Rizal dihubungi melalui pesan whatsapp beberapa waktu lalu.

Disebutkan Rizal, berkas perkara H Hor yang belum P21 dikarenakan ada banyak kekeruangan.

“Masih banyak kurang di materil dan formil sedikit. Cuma salah satu tambahan adalah pemeriksaan para saksi, ” terangnya.

Dikonfirmasi secara langsung, H Hor mengatakan lokasi sengketa lahan persis di pabrik zirkon sekarang ini yang dibeli Dul Ketem.

“Dulu pembelian sama almarhum sirin bukan sama Salem. Surat tanah dipalsukan dan tanda tangan kades dipalsukan kecuali camat.Karena camat orang Salem. Sedangkan ku berjualan bukan ke Salem, tapi ku berjualan ke Sirin,” jelas H Hor dibincangi di Pemda Bangka beberapa waktu lalu.

Dalam jual beli lahan itu, kata H Hor, dirinya baru dibayar Rp 28 juta dengan tota Rp 140 juta jika permeter dijual Rp 10 ribu.

“yang dibayar baru Rp28 juta. Jadi kekuranganku ini ke rumah Sirin nek ngambik sisa duet.Jadi Sirin ngajak ku ke rumah Salem. ⁰ lah Salem Rp 5 juta, Rp 8 juta dan Rp 15 juta disaksi anakku. Nah lahan yang disengketakan satu hamparan banyak yang punya, salah satu punye Manulang, punya PT Sungailiat dan ada punye Toto wong,” ungkap Hormen. (dedi smile)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *