oleh

Orgen Tunggal Dilarang Konser Musik dan Festival diperbolehkan

Pagaralam | Mulai 20 september 2019 Pemkot Kota Pagaralam akan melarang Orgen Tunggal beroperasi Malam di sebuah acara hajatan masyarakat sedangkan untuk Konser Musik dan Festival Diperbolehkan melalui izin Khusus Kepolisian.

Keputusan ini diambil Pemkot Pagar Alam, setelah sebelumnya dua kali melaksanakan rapat dengar pendapat dengan berbagai pihak seperti tokoh agama, tokoh masyarakat dan pengusaha bisnis OT. Larangan hiburan OT pada malam hari tersebut, berdasarkan hasil rapat yang diadakan di ruang rapat Besemah I Setdako Pagaralam, Selasa (17/9/2019).

Walikota Pagaralam Alpian Maskoni SH menjelaskan terkait revisi tersebut bahwa yang diberlakukan batas jam hiburan hanya untuk Orgen Tunggal pada hajatan saja tidak untuk Konser Musik dan festival tapi dengan ijin khusus Kepolisian.

“Kita Pemkot Pagaralam tidak hanya merevisi Peraturan Walikota (Perwako) Nomor 30 tahun 2016, tapi nanti kita akan membuat Perwako serta Peraturan Daerah (Perda) baru, terkait izin diluar hiburan hajatan memakai Orgen Tunggal langsung izinnya khusus ke pihak kepolisian ,” Terang pria kerap disapa Kak Pian.

Sementara itu Pengusaha Orgen Tunggal Yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan kepada awak media merasa kecewa dengan keputusan hasil rapat tersebut serasa kami yang salah dan adanya dugaan tembang pilih.

Kita hanya menjual jasa hiburan ke masyarakat kalau ada yang menyimpang di suatu hajatan memakai jasa kami itu bukan salah kami “mereka yang datang ke hajatan saat OT beroperasi, kita hanya bekerja sesuai permintaan yang menyewa jasa kami kok kita yang disalahkan malah dibilang acara OT banyak Mudharat dari Manfaatnya,” Ujarnya.

Yang kita pertanyakan Kenapa hanya OT yang dilarang sedangkan hiburan lain diperbolehkan. “Kita contohkan saja ada tempat yang beroperasi siang dan malam kok tidak dilarang serta apabila nanti ada salah satu Konser dari produk atau apalah yang ada acara House DJnya dapat izin dari Kepolisian hal tersebut malah lebih parah untuk peredaran Miras dan Narkobanya,” Terangnya.

Dirinya berharap, agar Pemerintah Pagaralam khususnya Walikota Pagaralam dan Polres Pagaralam agar jangan tembang pilih dalam membuat larangan tersebut “Kalau bisa tolong dipertimbangkan lagi demi kebaikan bersama,” Harapnya.(Digo)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *