oleh

Tambang Timah Ilegal Alur Sungai Pasir Putih Kembali Marak

Pangkalpinang | Aktifitas tambang timah ilegal di kawasan alur sungai Pasir Putih di Kota Pangkalpinang kembali marak.

Hal ini diketahui setelah sejumlah awak media mendatangi lokasi penambangan yang jelas-jelas ilegal,  Senin (17/9/2019).

Pantauan awak media di lokasi,terdapat sekitar 10 ponton tambang timah ilegal yang sedang leluasa melakukan aktifitas ilegal tanpa ada rasa takut.

“Sudah 2 minggu penambang beraktifitas. Alasannya, ya karena urusan perut tadi tu lah,” kata Amat (42) warga Pasir Putih.

Sebenarnya, kata Amat,  warga Pasir Putih menolak adanya aktifitas tambang timah ilegal di kawasan alur sungai. Namun apa mau dikata lagi-lagi kembali ke urus perut.

“Justru kami warga yang tentunya sudah sejak lama menolak aktifitas tambang timah ilegal namun kembali lagi urusan perut,” ujar Amat dibincangi di lokasi tambang timah kawasan alur sungai Pasir Putih.

Disinggung apakah ada oknum aparat yang ikut menambang di lokasi kawasan alur sungai Pasir Putih. Amat mengatakan tidak ada oknum aparat yang ikut menambang.

” Kalau aparat tidak ada ikut nambang disini, rata-rata yang nambang warga, cuma bukan warga Pasir Putih, tapi warga luar,” cap Amat sembari berharap agar aparat segara menindak tegas setegas-tegasnya para pelaku tambang timah ilegal.

Riky Permana,  Pewarta Babel yang datang ke lokasi berkeinginan agar aparat penegak hukum bertindak tegas. ” Hari ini saya bersama teman-teman ke lokasi tambang di Pasir Putih ternyata masih tetap beroperasi meski sudah pernah dirazia aparat gabungan. Lihatlah disana alur sungai yang sempat bersih kini dipenuhi ponton-ponton,” katanya.

“Kami minta kepada bapak Walikota Pangkalpinang segera menindak tegas para pelaku tambang.  Bila perlu sat pol pp mendirikan pos pos di lokasi agar penambang tak berani lagi menambang, ” pintanya. 

Kasat Pol PP Kota Pangkalpinang Susanto berjanji akan segara menindak tegas tambang timah ilegal yang beroperasi di kawasan alur sungai Pasir Putih.

“Kita sudah dapat laporan, segara kita tidak tegas. Tidak ada kompromi buat penambang ilegal di kota Pangkalpinang,” tegas Santo dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (17/9/2019). (doni)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *