oleh

Bakamla Limpahkan Perkara KIP Harapan Selamat ke Polda Babel

BELINYU |  Nasib Kapal Isap Pasir (KIP)  Harapan Selamat dan 4 Kapal Sedangkan 4 kapal milik pengusahan asal Belinyu bernama Peter Pantja masing-masing SPOB Rezki Ifah, SPOB Tisya 9, MT Anugerah Dewi 15 dan MT Bima Andalan jenis solar sudah di ujung tanduk. 

Secara resmi Badan Keamanan Laut (Bakamla)  RI melimpahkan perkaranya ke Polda Kepulauan Bangka Belitung.

“Kita mengadakan press release mengenai penangkapan, penyidikan awal yang dilaksanakan oleh tim yang berwenang. Kemudian kita juga sudah menyerahkan kasus ini kepada pihak Polda Bangka Belitung,” kata Sestama Bakamla RI,  Laksmana Muda (Laksda) S Irawan, Jumat (23/8/2019) di Belinyu.

Ditegaskan S Irawan kalau pihaknya  akan terus melakukan pengembangan terhadap kasus BBM Illegal ini. Karena kuat dugaan ada keterlibatan sindikat asing dalam praktek BBM illegal tersebut.

“Jadi pada saat penangkapan ada enam WNA (Thailand) yang juga diamanakan semuanya sebagai pekerja. Tidak menutup kemungkinan ada sindikat orang asing terlibat,” ucap Irawan.

Disinggung berapa jumlah kerugian negara akibat aktivitas BBM illegal ini. Irawan tidak merincinya.

Namun, pihaknya pun berjanji akan membongkar habis kasus yang bersifat merugikan negara Indonesia.

“Inikan dilakukan sudah kesekian kali, dan mengelabui beberapa petugas. Maka dari hasil penyelidikan ini kita bisa tahu berapa kerugian negara,” tukasnya.

Dalam berita sebelumnya,  pengurus KIP Harapan Selamat,  Darma mengakui kalau ada kekerungan dokumen dalam kapal.

Iya bener KIP yang ditangkap Bakamla RI punya kami,” ujar Darma,  Kamis (22/8/2019).

Diakui Darma,  KIP Harapan Selamat ditahan lantaran ada beberapa kekurangan dokumen.

“KIP kami yang kurang tuh dokumen visa crew cuma pakai Visa 2 atau 1. Kemudian izinnya itu sebenarnya lagi diurus,  ada di imigrasi. Cuma tidak tertera di atas kapal, cuma itu saja, ” ungkapnya.

Seharusnya untuk visa transit dan kru kapal menggunakan visa transit (Visa C) yang masih berlaku seperti visa B-2 atau B-1.

Ditanya apakah KIP Harapan Selamat termasuk mitra PT Timah atau bukan.  Darma mengaku kalau KIP bermitra dengan Pemkab Bangka.

“Itu masuk Pemda. Kami kordinasi sama KP Pemda lokasi.  Sedangkan untuk pasir timahnya masuk ke smelter kita, yakni PT MSG.

Lebih lanjut Darma menyangkal kalau pihaknya (KIP)  Harapan Selamat membeli bahan bakar minyak (BBM) secara ilegal dari Jambi.

“Kami tidak membeli bbm secara ilegal.  Kami ngambil dengan Piter secara resmi dan itu memang agen resmi dari Pertamina,” sangkalnya.

Namun dari keterangan resmi pihak Bakamla kalau KIP Harapan Selamat ternyata melakukan eksplorasi tambang di laut tak berizin. (don)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *