oleh

Penangkapan Kapal oleh Bakamla RI Memunculkan Nama Anggota DPRD dan Pengusaha BBM asal Belinyu

PANGKALPINANG | Operasi Khusus Bakamla RI dengan Kapal patroli KN Bintang Laut-401 berhasil mengamankan satu kapal Timah yang diduga melakukan kegiatan isap pasir timah tanpa dilengkapi dokumen kapal, Senin (19/08).

Namun cerita penangkapan itu masih menyisakan misteri siapa pemilik Kapal Isap Produksi (KIP)  dan 4 kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) ilegal tersebut. 

Hasil penelusuran bang rabel ternyata memunculkan nama seorang anggota DPRD Kota Pangkalpinang, Satria Mahardika yang diduga disebut sebagai pemilik KIP tersebut. 

“Nah ini dak bener,  anda wartawan jangan beropini.  Kita hanya sebatas pengurusan dokumen kesyahbandaran, keagenan saja  bukan owner kapal kitanya,” sangkalnya dihubungi melalui ponselnya, Rabu (21/8/2019).

Sementara itu,  4 kapal pengangkut BBM ilegal diketahui milik seorang pengusaha asal Belinyu.

Piter,  nama pengusaha tersebut sempat ditelpon mengelak disebut sebagai pemilik kapal BBM. 

“Oh gak pak,  disitu gak ada kapal kita pak.  Gak ada kapal kita. Kapal kita semua dokumen sudah dicek tidak ada masalah,” elaknya,  Rabu (21/8/2019).

Bahkan dalam percakapan melalui pesan whatsapp, Piter mengaku kalau kapal-kapal miliknya lengkap. 

“Ya pak,  surat-surat kita lengkap,  terima kasih. Kita uda lengkapi data-data yang diperlukan pihak terkait. Kita ini agen resmi dari Pertamina Patra Niaga cabang Babel. Kalau ada ke Belinyu kontek-kontek ajalah pak sekalian kita kenalan, ” tulisnya melalui pesan whatsapp.

Dihubungi terpisah,  Humas Bakamla RI, Mardiono masih diupayakan konfirmasi terkait penyelidikan lanjutan dari penangkapan tersebut.

Diberitakan sebelumnya Kapal Isap Pasir (KIP) sebelumya melakukan pengisian solar industri High Speed Diesel (HSD) dari kapal Self Propeller Oil Barge (SPOB).

Hasil pemeriksaan sementara dokumen SPOB dan muatan minyak lengkap tetapi untuk dokumen KIP tidak lengkap.

Berdasarkan informasi dari masyarakat tentang aktivitas peredaran BBM ilegal di wilayah perairan Bangka Belitung, maka Tim Opsus Bakamla RI dengan dukungan KN Bintang Laut-401 yang dikomandani Mayor Bakamla Margono terus melaksanakan operasi di wilayah Bangka Belitung. Dari hasil operasi tersebut berhasil menghentikan dan memeriksa dua kapal SPOB dan dua kapal Motor Tanker (MT).

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan awal kapal SPOB (T9) atas pengakuan nakhoda bahwa kapal mendapatkan minyak sebanyak 300 ton dari kapal tanker di Palembang tanpa dokumen yang sah. Minyak kemudian dijual ke kapal KIP dan saat ini sisa minyak sebanyak 70 ton.

Kemudian tim juga memeriksa kapal SPOB dengan hasil pemeriksaan awal kapal mengangkut minyak ilegal yaitu minyak CONG (minyak olahan masyarakat) dari pelabuhan tikus di Kubangan Jambi. Sisa muatan di kapal sebanyak 130 ton minyak.

Tim khusus beroperasi kembali disekitar perairan Bangka Belitung, mengadakan penyelidikan dan pencarian dengan mendekati satu persatu kapal yang berada diperairan tersebut dan akhirnya kapal target ditemukan. Selanjutnya tim melakukan pemeriksaan awal dan didapati kapal MT (BA) mengangkut minyak CONG sebanyak 20 ton. Saat pemeriksaan dokumen kapal tidak ada.

Tim khusus juga memeriksa kapal MT (AD15) yang mengangkut 350 ton minyak yang berasal dari olahan masyarakat dari Kubangan Jambi.

Seluruh kapal hasil operasi di adhoc ke Belinyu Bangka guna pendalaman dan penyidikan lebih lanjut.(Doni)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *