oleh

Puluhan Hektar Sawah di Keban Agung Terancam Gagal Panen

Pagaralam | Akibat sulitnya mendapat pasokan air di musim kemarau, 40 hektar sawah warga di wilayah dusun Keban Agung, Kelurahan Ulu Rurah, Kecamatan Pagaralam Selatan terancam gagal panen.

Pasalnya, selain kekeringan akibat musim kemarau, irigasi yang merupakan salah satu sumber air utama yang dimanfaatkan warga untuk lahan sawah petani ambruk, sehingga menambah parah kondisi kekeringan tersebut.

Supri (65) salah satu petani di kawasan tersebut mengatakan jika kondisi yang warga alami sudah hampir satu tahun belakangan ini. Imbas dari kondisi ini, tercatat sudah 3 kali petani mengalami gagal panen, mulai dari hasil padi maupun sayuran.

“Warga bukan tidak ada usaha pak, sudah 7 kali perkumpulan petani yang bergantung dengan siring irigasi ini melakukan perbaikan, bahkan setiap gotong royong warga dipungut biaya 10 ribu,” Jelasnya. Rabu (14/8).

Selain itu sambung Supri, dengan kondisi ini pihaknya sudah mengusulkan ke pihak, Kelurahan, Camat dan Dinas PU Pagaralam untuk dapat secepatnya melakukan perbaikan siring ambruk tersebut. Karena petani sangat membutuhkan aliran air. Namun sampai saat ini belum juga ditanggapi.

“Kabar terakhir yang kami dapat, perbaikan akan dimasukan di anggaran tahun 2020, namun warga menilai hal ini masih harus menunggu lama, imbasnya pasti petani merugi. Padahal lahan persawahan ini merupakan satu satunya sumber kehidupan mayoritas warga Keban Agung,” Terangnya.

Hal yang sama dikatakan Ali (40) warga sekitar menuturkan jika kondisi ini terus berkelanjutan, bukan hanya petani yang merugi namun berdampak ke masyarakat banyak, karena stok beras kemungkinan menipis.

Menurutnya, kondisi gagal panen di Pagaralam bukan hanya terjadi disatu wilayah, salah satunya di kawasan Cawang Baru, Kecamatan Dempo Utara yang beberapa waktu mengalami kekeringan yang sama.

“Jadi dengan adanya kekeringan dan gagal panen ini selain membuat petani merugi kondisi ini juga dikhawatirkan akan membuat harga beras di pasaran melonjak tajam,”ungkapnya.(Digo)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *