oleh

PT TIMAH dan PRIMKOPAL Kordinir PIP Romodong

BELINYU | Pembahasan dana kompensasi beroperasinya ponton Isap Produksi (PIP) di Pantai Desa Romodong Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung digelar waspamgiat yang bertempat di Balai Desa Romodong  Indah, Rabu (31/07).

Turut hadir dalam rapat tersebut, Danlanal Babel, Camat Belinyu, Pjs. Palaksa Lanal Babel, Pasintel Lanal Babel, Pasops Lanal Babel, Danposmat TNI AL Belinyu, Seklur Desa Romodong, Panitia Desa Romodong, Warga Desa Romodong sekitar ± 60 orang.

Semua warga asli Romodong ini ingin menyampaikan yang dihadapi oleh warga desa Romodong tentang beroperasinya Ponton Isap Produksi (PIP) di perairan laut Sungailiat.

“Tujuan kita di sini untuk menyatukan pendapat bersama dengan warga Desa Romodong demi kelancaran pada umumnya, karena saya yakin kegiatan ini tidak dapat berjalan lancar jika kita tidak saling sependapat saling percaya. Dan perlu saya sampaikan keberadaan kami disini tidak semena mena-memutuskan secara sepihak,” ujar Komandan Lanal Babel.

Selain menyampaikan kehadiran mereka dalam mengakomodir Ponton Isap Produksi (PIP) yang beroperasi di Pantai Desa Romodong Kec. Belinyu. Komandan Lanal Babel juga mendapatkan MoU kerjasama dengan UPLB PT Timah.

“Berharap kepada warga Desa Romodong kita harus saling berkomitmen yang sudah menjadi ketentuan atau kesepakatan bersama dan bekerjasama yang baik untuk memprioritaskan warga supaya lebih maju pada umumnya. Saya menegaskan jika kegiatan ini kita prioritaskan kepada warga supaya bisa merasakan hasilnya dari kekayaan alam yang dimiliki untuk dimanfaatkan,” jelas Letkol Laut (P) Muhammad Taufik.

Sebelumnya mereka sudah mengadakan pertemuan dengan panitia, guna membahas terkait dana kompensasi untuk warga sebanyak 7.000 per kilo yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak, dari Primkopal dan warga.

Keberadaan mereka disini juga membahas bersama dengan warga terkait dana kompensasi tersebut supaya tidak menimbulkan kesenjangan. Saya harapkan dengan adanya pertemuan ini kita bisa menentukan kesepakatan untuk dana kompensasi supaya semua warga mengetahui nilai angkanya dan dipergunakan untuk apa saja.

“Saya harapkan setelah berjalan, nantinya para panitia dan pekerja harus menentukan program kerja seperti contoh pembatasan mulai dan akhir kerja, ditekankan jangan ada yang bekerja malam dengan mencuri-curi. Karena bekerja malam memiliki resiko yang besar dan rawan penggunaan sabu-sabu oleh para pekerja,” lanjutnya lagi, Senin (05/08).

Dikesempatan yang sama camat Belinyu juga menyampaikan, dengan adanya kegiatan ini ada perubahan dari masyarakat seperti fasilitas umum, pendidikan dan permasalahan ekonomi.

“Perlu kami sampaikan dengan adanya pertemuan ini kita awali dengan baik dan jangan sampai di kemudian hari yang tidak kita harapkan seperti ada permasalahan kemudian datang berbondong-bondong ke Kantor Camat untuk mengeluh dll.”

“Saya tekankan kembali bahwa keberadaan Primkopal Lanal Babel disini untuk memberikan gambaran-gambaran aturan kerja dan satu kesepakatan bersama dengan warga. Dan jika masih ada permasalahan yang perlu dibicarakan atau ditanyakan mumpung masih ada yang bersangkutan harap bertanya supaya secepatnya kegiatan pertambangan ini berjalan dengan lancar,”jelasnya.

Setelah  mendengar Letkol Laut (P) Muhammad Taufik dan camat Belinyu Warga Desa Romodong sepakat meminta dana kompensasi untuk warga sebesar 7.000 perkilo, untuk pembangunan fasilitas umum seperti contoh Masjid, perbaikan jalan dan perbaikan lainnya yang sifatnya untuk kepentingan umum. Meminta kesepakatan SOP ponton yang beroperasi. Serta Permintaan jaga malam dari warga Desa Romodong.

Dalam pertemuan tersebut masyarakat sudah sepakat dengan mengumpulkan tanda tangan sebagai persetujuan kegiatan KIP di desa Romodong. (don)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *