oleh

Ratusan TKS Kabupaten PALI Terancam Putus Kontrak

PALI | Ratusan Tenaga Kerja Sukarela (TKS) Kabupaten PALI terancam putus kontrak. Hal ini menindaklanjuti hasil Inspeksi Mendadak (Sidak) yang dilakukan tim gabungan antara Inspektorat, Dinas Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (DKPSDM) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada awal masuk kerja setelah libur panjang Senin (13/6/2019) lalu.

Hal ini dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) PALI untuk meningkatkan kedisiplinan para pegawai baik ASN Pegawai Negeri dan non ASN dilingkungan Pemkab PALI.

Dari hasil sidak yang dilakukan tim gabungan didapati sebanyak 137 pegawai yang bolos kerja Tanpa Keterangan (TK) pada hari pertama masuk kerja, dan akan terancam menerima sanksi sesuai aturan Peraturan Pemerintah nomor 53 tahun 2010.

“Kalau PNS ada 20 pegawai tanpa keterangan, sedangkan TKS ada 117 pegawai tanpa keterangan, total pegawai yang bolos atau tanpa keterangan ada 137 pegawai yang didata dari seluruh Dinas, OPD dan Kecamatan yang ada di kabupaten PALI,” jelas Plt kepala DKPSDM kabupaten PALI Deasy Rosalia STP MSi saat dijumpai di ruangan kerjanya, Kamis (13/6/2019).

Untuk selanjutnya, terang Desy, pihaknya akan berkoordinasi dengan tim Inspeksi Mendadak (Sidak) yang dilakukan pada hari pertama kerja kemarin, untuk memberikan sanksi pada pegawai yang bolos

“Nanti kita akan lakukan pertemuan dulu pada tim yang menyidak kemarin, tentang sanksi atau hukuman disiplin yang harus diterima oleh para pegawai. Kalau PNS susah jelas sanksinya tercantum pada PP 53 tahun 2010, kalau untuk TKS itu sudah ada Perbub tentang kode etik, perilaku. Berkemungkinan TKS tidak akan diperpanjang kontraknya per Juli nanti. Karena kontrak yang ada akan berakhir pada Juni ini,” pungkasnya.(madhon)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *