oleh

Bripka Aprizal Adalah Sosok Pendiam, Keluarga Berharap Pelaku Mendapat Hukuman Setimpal

Ogan Komering Ilir | Rumah duka Bripka Afrizal SH, di Jua-juah Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) masih terlihat ramai didatangi sanak keluarga dan tetangga, Senin (3/6/2019).

Taufik adik kandung almarhum Bripka Afrizal di bincangi di rumah duka mengatakan, bahwa Bripka Aprizal merupakan anak ke 3 (tiga) dari empat bersaudara.

Ia mengaku, sangat kehilangan sosok sang kakak, tidak ada firasat sebelumnya. “Saya sedang dalam perjalanan untuk lebaran di Bangka. Belum sampai tujuan sudah mendapat kabar kakak saya meninggal. Saya tidak sempat ikut memakamkan kakak saya,” ceritanya.

Dia menceritakan, memang beberapa bulan terakhir almarhum terlihat pendiam. Hobinya juga berganti-ganti. Kadang hobi memelihara ikan dan terakhir hobi mengoleksi bonsai. “Tidak ada pirasat dan juga tidak ada pesan terakhir,” katanya.

Taufik menjelaskan, bahwa Bripka Aprizal menjadi anggota polisi sejak tahun 2005. “Tahun kemarin 2018 pernah ikut/sekolah SIP untuk menjadi perwira, lulus tapi tidak rangking. Tahun ini rencananya mau ikut lagi,” katanya.

Pihak keluarga kata Taufik mengharapkan, agar pelaku ditangkap dan diberikan hukuman seberat-beratnya. “Kami juga berharap agar ada perhatian untuk anak-anak almarhum. Anak almarhum inikan ada dua, semuanya laki-laki. Kami harap anaknya bisa menjadi seorang anggota polisi seperti orang tuanya,” harap Taufik.

Keluarga Korban akan Mendapat Perhatian dari Kepolisian

Kapolres OKI AKBP Donni Eka Saputra, S.Ik., SH.,MM saat dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya saat ini sedang melakukan pengejaran terhadap para tersangka pelaku. Tim sekarang sedang berada di lapangan. “Kasus ini akan terungkap. Pelaku akan kita tangkap dalam keadaan apapun,” tegasnya.

Kapolres menegaskan, untuk almarhum Bripka Afrizal hak-haknya akan diberikan. Yang bersangkutan gugur dalam tugas. Hak yang dimaksud mulai dari hak gaji dan sebagainya sesuai aturan yang ada dan berlaku.

Untuk keluarga, yakni Istri dan anak-anak almarhum akan mendapat perhatian dari kepolisian. Bahkan dari Yayasan Bhayangkari untuk anaknya, akan dapat perhatian secara kontinu. Seperti biaya untuk pendidikan.

“Ada beasiswa untuk anak-anaknya. Akan ada perhatian secara kontinu dari polres untuk melihat kondisi anak-anaknya,” kata AKBP Donni.

Kapolres menegaskan, tadi harapan dari keluarga, yang disampaikan melalui kakeknya berharap agar anak almarhum bisa jadi anggota polisi mengikuti jejak ayahnya. Hal ini akan disampaikan dan akan dipantau.

“Tadi disampaikan kakeknya. Kakeknya bilang kalau bisa anaknya jadi anggota polisi. Ini kita pantau terus dan memenuhi syarat, kita akan minta polda membuat surat pada saat anak tersebut sudah cukup umur,” katanya.(romi)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *