oleh

BRG Lakukan Pemetaan Partisipatif di 12 Desa Peduli Gambut di Sumatera Selatan

PALEMBANG | Badan Restorasi Gambut (BRG) bekerjasama dengan Epistema Institute dan Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif (JKPP) melakukan pemetaan partisipatif di 12 Desa Peduli Gambut (DPG) yang merupakan desa binaan BRG.

12 desa tersebut tersebar di dua kabupaten,yaitu Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)  dan Banyuasin.

Untuk Kabupaten OKI terdapat 9 desa yang dipetakan yaitu Desa Pulau Geronggang, Kayu Labu, Panca Warna dan Tanjung Makmur yang berada di Kecamatan Pedamaran Timur. Sedangkan 5 desa lainnya berada di wilayah Kecamatan Pangkalan Lampam yaitu Desa Riding, Rawa Tenam, Bukit Batu dan Sunggutan. Sementaraitu, untuk Kabupaten Banyuasin terdapat 3 desa yang terletak di wilayah Jalur 20 Kecamatan Muara Padang yaitu Desa Tirto Raharjo, Sidomulyo 20 dan Air Gading.

Dinamisator BRG Sumatera Selatan, Dhio Dhani Shineba menyatakan bahwa kegiatan pemetaan partisipatif ini merupakan upaya untuk menggali secara komprehensif terkait data sosial dan spasial wilayah desa yang berada di kawasan gambut, yang dalam penggalian data dan penyusunannya melibatkan partisipasi masyarakat. Informasi dan data-data tersebut akan disusun menjadi sebuah profil desa gambut sebagai bahan acuan dan panduan kebijakan bagi stakeholder dalam upaya program restorasi gambut.

Berbeda dengan profil-profil desa yang ada sebelumnya, profil DPG ini akan menyajikan data yang lebih rinci terkait desa,seperti potensi dan masalah, kalender musim, pembagian kerja antara laki laki dan perempuan, kearifan lokal,kesejarahan, infrastruktur, pendidikan, hingga gambaran ekosistem gambut yang ada di desa.

Selain itu katanya, profil desa program pemetaan ini merupakan proses edukasi dan sosialisasi bagi masyarakat yang berada di kawasan gambut untuk terus menjaga dan memaksimalkan potensi-potensi yang ada di desa.

Ditambahkannya, Pemetaan partisipatif ini merupakan program Kedeputian III BRG yang telah dimulai semenjak tahun 2017 yang hingga saat ini telah memetakan dan menghasilkan kurang lebih 315 profil desa dari target 500 desa,yang tersebar di 6 provinsi meliputi Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat,dan Kalimantan Tengah.

“Secara teknis program pemetaan ini melibatkan tim asistensi sosial dari Epistema Institute dan asistensi spasial dari JKPP yang telah direkrut dan disiapkan secara matang. Tim Asistensi ini dibantu oleh Fasilitator Desa BRG dan 2 orang enumerator yang merupakan penduduk lokal dalam penggalian data,”ungkapnya.

Program pemetaan ini disambut gembira dan diapresiasi oleh pihak pemerintah desa yang wilayahnya menjadi bagian dari program ini.

Seperti yang diutarakan Suratman kepala desa Air Gading mengatakan bahwa Pemerintah Desa Air Gading sangat menyambut positif program ini.

“Kami juga merasa terbantu dengan adanya pemetaan ini, selain menghasilkan dan mengupdate data desa, program ini memberikan semangat baru bagi warga desa untuk terus mengembangkan diri dan menggali potensi yang ada di desa,”ujarnya.

Sementara itu, Asep Yunan Firdaus, Direktur Eksekutif Epistema Institute mengatakan sejak tahun lalu, pihaknya bersama JKPP dan Kemitraan telah mendukung BRG dalam melakukan pemetaan partisipatif.

Menurutnya, Pemetaan partisipatif ini bertujuan menyediakan data dasar sosial, potensi ekonomi, kerentanan dan spasial yang terkait dengan pengelolaan, perlindungan dan pemanfaatan ekosistem gambut di desa gambut.

Harapannya, profil DPG menjadi salah satu dokumen di desa yang dapat digunakan dalam proses perencanaan pembangunan serta integrasi aspek perlindungan dan pemanfaatan ekosistem gambut di tingkat desa dan kawasan.

Perwakilan Epistema Institute, Desi Martika Vitasari di sela-sela kunjungannya dalam rangka mengikuti proses pemetaan di 6 desa dalam wilayah kabupaten OKI mengatakan, Salah satu temuan penting dari proses pemetaan ini adalah masih terdapat pengetahuan dan kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya alam yang praktiknya perlu dipertahankan untuk menjaga ekosistem gambut.

Selain itu, perlu upaya  pengembangan potensi-potensi komoditas pertanian warga melalui pengolahan produk setengah jadi atau produk jadi agar meningkatkan perekonomian warga dalam rangka revitalisasi ekonomi.(lion)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *