oleh

Dinkes dan Polres Muba Uji Lab Mie Basah di Pasar Talang Jawa

Ogan Komering Ilir | Belasan warga Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin yang dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Sekayu Kamis (9/5/2019) malam karena diduga mengalami keracunan setelah mengkonsumsi mie basah yang dibeli di Pasar tradisional Talang Jawa, Kelurahan Balai Agung, Sekayu langsung direspon pihak Polres Muba, Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan Pemkab Muba.

Kapolres Muba, AKBP Andes Purwanti mengatakan pasca terjadinya muntaber tersebut selanjutnya dilakukan sidak dan uji lab sementara di lapangan. “Kami telah turun ke lapangan bersama instansi terkait dari Dinas  Kesehatan dan Dinas Perdagangan Musi Banyuasin, dari hasil uji lab sementara tersebut belum ditemukan makanan yang mengandung bahan berbahaya atau sejenisnya,” katanya.

Lanjutnya, tim juga langsung menuju tempat pembuatan bahan makanan seperti mie basah dan tahu di pasar Talang Jawa kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin untuk melihat proses pembuatan serta melihat secara langsung bahan yang digunakan dalam proses pembuatannya. Namun dari hasil tersebut belum ditemukan bahan berbahaya dan dibuktikan juga hasil pemeriksaan pada sampel juga tidak ditemukan kandungan zat berbahaya.

Saat ini sample makanan berupa rujak mie (mie basah, tahu dan cuka) yang diduga mengakibatkan muntaber korban sedang di kirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang.

Sementara itu, Plt Kadinkes Muba, dr Azmi mengatakan Dinkes langsung bertindak dengan melakukan penyelidikan epidemiologi ke pasien di RSUD Sekayu dan juga langsung melakukan sidak ke lapangan bersama pihak kapolres.

Dengan pemeriksaan laboratorium cepat untuk sementara tidak didapatkan zat yang berbahaya tapi sampel juga langsung dikirim ke BBLK untuk dilakukan pemeriksaan Kimia dan Mikrobiologi. Kejadian ini juga sudah dilaporkan ke Dinkes Propinsi dan info yang didapatkan bahan sudah sampai di BBLK dan saat ini sedang diperiksa.

Azmi menambahkan, karena kejadian ini bisa juga terjadi kemungkinan akibat Mie dijual sudah terlalu lama, tempat penjualannya kurang baik.

“Selain itu, disajikan pada tempat banyak faktor seperti lalat dan kuman lainnya, serta pengolahan yang kurang baik dan higienis, dari 19 orang korban telah dirawat dan sudah kembali ke rumah masing-masing 17 orang saat ini yang dirawat di Rumah sakit tinggal 2 orang dan Umur korban yg termuda 15 tahun lainnya sudah dewasa,” pungkasnya.(mirna)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *