oleh

Tekan Pengangguran, Pemkab OKI Bekali Pelatihan

Ogan Komering Ilir I Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) OKI merealisasikan janjinya dengan mengadakan pelbagai pelatihan seperti pelatihan menjahit, teknikal las dan komputer. Melalui pelatihan ini diharapkan peserta dapat lebih mandiri dan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

“Ada sebanyak 48 peserta mengikuti pelatihan ini dengan asumsi ada tiga kelas. Rinciannya 16 peserta kejuruan menjahit, 16 peserta teknikal las dan 16 peserta komputer,” kata Kepala Disnakertrans OKI Tohir Yanto, S.Sos didampingi Kabid Pelatihan dan Produktivitas Kerja, Elzam di Kantor Balai Latihan Kerja (BLK) OKI Sepucuk Kayuagung. Jum’at (12/4).

Menurut Tohir, para peserta yang mengikuti pelatihan selama 10 hari ini berasal dari berbagai kecamatan diantaranya Kecamatan Pedamaran, Kayuagung, Jejawi, SP Padang, Tanjung Lubuk dan lainnya.

Para peserta ini, masih kata Tohir, dilatih para instruktur BLK OKI yang telah mengantongi sertifikat dari pemerintah pusat.

“Dengan pelatihan menjahit, las, dan komputer, kita tingkatkan kualitas masyarakat untuk mendorong tumbuh kembang produktivitas kerja dalam mengurangi angka pengangguran sekaligus mengentaskan kemiskinan, sesuai dengan visi misi Bupati OKI H Iskandar, SE,” jelasnya.

Dia melanjutkan pelatihan ini dilaksanakan dengan menggunakan dana APBD OKI dan jika tidak ada halangan pelatihan tahap kedua akan dilakukan akhir semester I/2019.

“Sebenarnya kami ingin memotivasi mereka. Output yang diharapkan ialah agar mereka lebih mandiri, dan dapat bekerja. Jelas jika sudah bekerja atau membuka usaha sendiri, otomatis dapat menekan angka pengangguran, dan agregat kemiskinan, serta berimplikasi terhadap pendapatan per kapita,” terangnya.

Kedepan, pihaknya berharap pemerintah provinsi maupun pusat dapat membantu untuk pembangunan mess BLK OKI dengan maksud memudahkan peserta untuk menginap mengikuti pelatihan.

Sementara itu, salah satu peserta Aji Febrian mengaku mengikuti pelatihan las dengan harapan bisa bekerja dan membuka usaha sendiri.

“Saya lulusan tahun 2016 lalu. Namun belum memiliki pekerjaan. Ya, dengan adanya pelatihan teknikal las ini diharap  bisa mahir las dan membuat usaha sendiri,” katanya.(romi)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *