oleh

Gaungkan Pancasila, KBI Gelar Dialog Kebangsaan

PALEMBANG I Komunitas Bela Indonesia (KBI) terbentuk karena melihat fenomena adanya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Pancasila selama 13 tahun terakhir menurun sekitar 10%. Hal ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI). Tentu ini merupakan ancaman karena hanya Pancasila yang dapat menyatukan segala perbedaan.

Hal itu diketahui saat dialog kebangsaan Indonesia pilih Pancasila di Graha Bina Praja, Sabtu (16/3).

Sejumlah narasumber hadir diantaranya Dra Kelly Mariana (Ketua KPU Sumsel), Syamsul Alwi, S. Sos., M.Si (Kordiv Penyelesaian Sengketa Bawaslu Sumsel), Letkol Inf Honi Havana (Komandan Kodim 0418/Palembang), RA. Anita Noeringhati, SH., MM., (Ketua Kaukus Perempuan dan Politik Perempuan Indonesia), Dr Zulfikri Suleman (Pengamat Politik), Asep Burhanudin, M.Ag., (Pengurus KBI Sumsel) dan dimoderatori Fatkurahman AS (Penyiar dan Penulis).

Ketua Kaukus Perempuan dan Politik Perempuan Indonesia RA. Anita Noeringhati, SH., MM., menyatakan pihaknya mengapresiasi kegiatan dialog ini.

Menurut dia, Pancasila harus terus didengungkan serta diamalkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan bangsa Indonesia harus mengawal Pancasila sampai kapan pun juga.

“Kita harus memahami setiap butir yang ada dalam Pancasila serta mengerti akan makna yang terkandung didalamnya,” ujarnya.

Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Sumsel, Syamsul Alwi, S.Sos, M.Si menambahkan realita dimasyarakat sangat apatis. Pada tahun 1990 dulu, ketika ada guru datang maka siswa akan bersujud tangan untuk bersalaman. Berbeda saat ini, anak sekolah sudah banyak yang rusak moralnya.

“Sangatlah berbeda dan sangat jauh sekali perbedaannya, maka itu menjadi keprihatinan kita semua. Setiap regulasi yang menjadi landasan pertama muaranya adalah Pancasila dan Undang-Undang 1945,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua penyelenggara Jeane Fitria menambahkan kegiatan ini diikuti sebanyak 300 peserta dan tamu undangan yang berasal dari berbagai organisasi keagamaan, organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, BEM, OSIS dan komunitas.

Jeane Fitria mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dan ikut menjaga kondusifitas selama proses Pemilu berlangsung. Apapun pilihan tentu harus saling menghargai perbedaan karena ini cerminan yang terdapat di dalam nilai-nilai Pancasila.

“Kami juga mengimbau dan mengajak semua kalangan masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 17 April 2019 nanti dan menjaga kondusifitas dan mensukseskan Pemilu 2019 agar berlangsung aman, damai dan sejuk. KBI Sumsel juga mengimbau agar masyarakat menolak politik uang, berita hoax, ujaran kebencian, konflik SARA dan kampanye hitam,” jelasnya.(wawan).

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *