oleh

Mobil Avanza Terendam Sedalam 5 Meter

Lahat I Mobil Avanza yang dikendarai Arman warga Klender, Jakarta Timur bersama tiga kerabatnya yang hendak pulang ke kampung halamannya di Padang, Sumatera Barat, terendam hingga berlayar ke tengah underpass di Jalan Lingkar, Desa Ulak Lebar, Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat.

Kejadian tersebut sekitar pukul 22.00 WIB bermula saat hujan deras melanda Kota Lahat,  Arman yang melaju dengan menggunakan mobil Avanza Nopol B 2256 tidak mengetahui secara persis jalan Kota Lahat, sehingga dipandu dengan aplikasi di handphone, lantas orang minang itu menuruti petunjuk arah dari aplikasi Map (peta).

Terkejutnya dia, saat melintas tepat di Underpass Desa Ulak Lebar, genangan air setinggi 6.5 meter di depannya. Meskipun sempat mengerem dan menyelamatkan para penumpang dalam mobil, licinnya tebing underpass membuat mobil tetap berenang ke arah air.

“Saya nggak tahu jalan, modal cuma mengikuti petunjuk arah google map, setiba disini ( underpass ) ada genangan air, dari jauh tidak kelihatan genangan airnya. Saya Pun langsung menyelamatkan keluarga di dalam mobil, mobil tetap berjalan kearah air meskipun sudah direm karena jalan tebing dan licin,” ucapnya saat dibincangi. Selasa (12/2).

Arman sangat menyayangkan kurang jelasnya rambu rambu yang ada sebelum memasuki jalan ke arah Underpass. Dirinya bersama keluarga selain harus menunda untuk kembali ke kampung halaman karena kerusakan mobil yang dialaminya, juga harus mengalami kerugian jutaan rupiah, diakibatkan barang barang rusak seperti handphone dan lainnya.

“Kondisi lagi hujan deras rambu rambunya kecil diatas palang tidak terlalu kelihatan. Kami belum bisa pulang karena mobil rusak dan juga alami kerugian barang barang seperti HP rusak,” keluhnya.

Sementara, Plt Dinas Perhubungan ( Dishub ) Kabupaten Lahat, Indarmansyah SP MSi menyayangkan kembali terjadinya kendaraan yang terjebak di Underpas yang memiliki panjang sekitar 170 meter itu. Pihaknya saat ini telah menambah pemasangan Ban dan Separator penutup agar pengendara mengetahui bahwa jalan tidak bisa dilewati.

“Sudah kita pasang rambu rambu, ban dan separator maupun bambu sudah kita pasang untuk menutup jalan agar kendaraan tidak melintas, tetapi dilepas orang, karena banyak yang mencuci kendaraan disini,” ujarnya seraya menghimbau agar warga jangan melepas palang dan mencuci kendaraan di kawasan Underpass.

Telah beberapa kendaraan yang terjebak di genangan Underpass yang dibangun menggunakan dana APBN itu, warga meminta agar pihak pemerintah terkait dapat memberikan solusi sehingga tidak ada lagi korban yang tentu dapat merugikan dan membahayakan.

“Sudah sering kita koordinasikan tentang perbaikan ini kepada pihak terkait, karena perbaikan belum selesai,” sampai Indarmasyah. (Sfr)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *