oleh

OKI Terima Penghargaan ProKlim dari KLHK

Ogan Komering Ilir I Pemerintah Daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir terus berupaya mengikis imej sebagai daerah penyumbang polusi asap akibat kebakaran hutan kebun dan lahan.

Melalui program proIklim yang telah dikembangkan di berbagai desa yang ada di OKI pemerintah setempat mengajak masyarakat untuk peduli dengan lingkungan.

“Melalui ProKlim ini juga bisa menekan kebakaran hutan dan lahan, kami sudah berusaha dengan melakukan pencegahan-pencegahan. Baik itu sifatnya secara struktural maupun non struktural,” Ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten OKI, H. Alamsyah.

Alamsyah menjelaskan Proklim adalah program untuk mendorong dan memfasilitasi tumbuhnya Kampung Iklim melalui pengayaan inovasi program adaptasi maupun mitigasi perubahan iklim yang dilaksanakan secara kolaborasi antara pemerintah, dunia udaha dan jajaran masyarakat.

“ProKlim menjadi tindakan nyata untuk menyesuaikan diri terhadap dampak perubahan iklim. Ini menjadi program penting sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam pengembangan program Kampung Iklim di OKI,” pungkas Alamsyah.

Berkat upaya serius tersebut, Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menerima penghargaan sebagai Pembina Program Kampung Iklim (Proklim) tahun 2018.

Penghargaan tersebut diberikan Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada rangkaian acara Hari Aksi Perubahan Iklim, Rabu (24/10)di Auditorium Manggala Wanabakti KLHK Senayan Jakarta bersama dengan 41 Kabupaten/Kota lainnya se-Indonesia

Penghargaan dari Kementerian LHK tersebut diterima karena Pemkab OKI dinilai berhasil membina dan secara aktif melaksanakan ProKlim utama di Desa Bangsal Kecamatan Pampangan Kabupaten OKI.

Alamsyah menambahkan, penghargaan tersebut sebagai bentuk komitmen Pemkab OKI untuk memperbaiki desa-desa yang ada di seluruh OKI agar bisa menjaga lingkungan.

“Kami mengajak masyarakat di desa ini untuk peduli lingkungan. Sehingga diharapkan juga bisa diikuti desa-desa yang lain,” ujar Alamsyah.(rel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *