oleh

Program Green Growth Akankah Dilanjutkan Gubernur Sumsel yang Baru?

PALEMBANG I PADA tahun 2018 ini Sumsel akan memilih gubernur yang baru. Sejumlah pihak mengkhawatirkan program pembangunan yang peduli lingkungan hidup di Sumsel yang diusung Alex Noerdin akan ditinggalkan gubernur baru. Benarkah?

Mongabay Indonesia menggelar diskusi dan buka bersama di Rumah Sriksetra, Plaju Ulu, Palembang, Kamis (7/6/2018) lalu. Diskusi membahas tentang program Green Growth atau pembangunan hijau berkelanjutan di tangan Gubernur Sumsel yang akan dipilih pada akhir Juni 2018 ini.

Menurut Dr Najib Asmani, staf khusus Gubernur Sumsel bidang Perubahan Iklim, siapa pun yang menjadi Gubernur Sumsel periode 2018-2023 nanti, dia yakin program tersebut tetap akan dijalannya. Sebab program itu sudah didukung pemerintah pusat, international dan sejumlah private sector dan masyarakat sipil (NGO).

“Sebelum diskusi tadi ada mahasiswa yang menyampaikan gubernur Sumsel yang baru harus berpikir global, sebab saat ini peluang maupun ancaman bersifat global. Nah, pemimpin berpikir global ini menurut saya sudah menjadi tuntutan zaman now, jika kita berpikir global pasti melaksanakan program Green Growth yang dipelopori Alex Noerdin di Indonesia,” kata Najib.

Sementara Garuda P dari ZSL, sebuah organisasi lingkungan hidup international, sebagai pendukung program Green Growth di Sumsel, mengatakan meskipun sudah ada kelembagaan (Kolega Sumsel), dasar hukum, kemitraan, tetap saja dibutuhkan pemahaman dan dukungan dari semua betapa penting dan menguntungkannya menjalankan program Green Growth.

“Tidak semua negara menjalankan komitmen international terkait lingkungan hidup ini.Indonesia salah satunya, dan Sumsel pelopor untuk pemerintah daerah di Indonesia dan juga international. Ini peluang Sumsel untuk di depan menjadi makmur karena lingkungan hidup terjaga. Gubernur Sumsel yang baru jelas sudah memiliki modal dalam membangun,” katanya.

Diskusi diikuti sejumlah penggiat lingkungan hidup, aktifis mahasiswa dan juga perwakilan pers kampus. “Hadirnya mahasiswa inj sebagai upaya sosialisasi program Green Growth di Sumsel juga mahasiswa adalah mitra Mongabay dalam berjuang menjaga lingkungan hidup melalui pendidikan kreatif dan penulisan,” kata Taufik Wijaya, writer Mongabay Indonesia. (Romi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *