oleh

Paksa Serahkan Bantuan Secara Bersamaan, Timses Salah Satu Paslon Ancam ASN

Bantuan yang ditempeli stiker salah satu paslon di OKI.

Ogan Komering Ilir I Misi kemanusiaan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ternoda oleh aksi premanisme dan arogansi yang dilakukan oleh tim sukses (timses) salah satu pasangan calon (paslon) kepala daerah.

Informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat aparatur sipil negara (ASN) pada Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (Pemkab OKI) memberikan santunan terhadap korban kebakaran di Tulung Selapan, beberapa oknum timses paslon Azhari-Qomarus Zaman (Aqor) diduga telah mengancam salah seorang ASN berinisial SN yang bertugas di Bagian Protokol Setda Pemkab OKI.

Ancaman akan melukai ASN itu pun menjadi bahan perbincangan di kalangan Pemkab OKI. Dikatakannya, awalnya petugas yang terdiri dari ASN Pemkab OKI datang ke Tulung Selapan untuk memberikan santunan kepada korban kebakaran. Tiba di lokasi, timses paslon Aqor ternyata juga sudah menyiapkan bantuan yang ditempeli stiker paslon nomor urut 3. Timses minta acara penyerahan bantuan dilakukan bersamaan.

“Untuk menjaga netralitas ASN, kami tidak melarang timses Aqor untuk memberikan bantuan. Silahkan saja tapi jangan bersamaan dengan kegiatan pemkab OKI. Setelah Pemkab selesai memberikan bantuan, silahkan timses berikan bantuannya kepada warga,” ungkap SN, Selasa (5/6/2018).

Tidak senang dengan imbauan SN, beberapa timses Aqor pun menarik dan membawanya ke tempat sepi dengan cara premanisme disertai ancaman. “Kutujah gek, kupecahke palak kau,” cerita SN menirukan ucapan oknum timses sembari mengharap perlindungan hukum dari pihak berwajib.

Menyikapi itu, Plt Bupati OKI, HM Rifa’i yang hadir langsung memberi ruang timses untuk menyerahkan bantuan dengan stiker paslon 3 secara bersamaan dengan bantuan Pemkab, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Menurut Plt Bupati HM Rifa’i, bantuan darurat yang disampaikan Pemkab OKI kepada korban kebakaran meliputi makanan, minuman, bantuan anak sekolah, pakaian, obat-obatan, dan kebutuhan lain yang mendesak. “Kami turut prihatin dan berduka cita atas musibah ini, sebagian bantuan yang dibawa untuk sedikit meringankan beban Saudar-saudara,” katanya, Selasa (6/7/2018).

Plt Bupati pun sempat berkeliling melihat lokasi kebakaran dan menyapa warga yang terkena musibah. Pihak kepolisian juga masih bekerja untuk menyelidiki penyebab terjadinya kebakaran. “Polisi sedang investigasi,” katanya.

Ia pun mengimbau, bagi masyarakat yang ingin membantu korban kebakaran saat ini yang dibutuhkan warga adalah kebutuhan dasar. “Bagi warga yang ingin bantu saat ini kebutuhan yang paling mendasar adalah anak-anak yaitu seragam, alat tulis, buku dan lainnya. Lalu popok, makanan bayi, vitamin, pakaian dalam dan pakaian pada umumnya,” katanya.

Kepala BPBD OKI, Listiadi Martin, SSos MM menyatakan, dari data yang dihimpun ada sekitar 7 rumah dan 1 musala yang rusak yang didiami oleh 13 KK dan 36 jiwa. “Untuk merespons musibah ini, BPBD sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial, menggerakkan personel Tagana, mendirikan poskoh dan sejumlah langkah lain,” terangnya.

Sementara, Camat Tulung Selapan Jamil SSos menjelaskan pihak desa dan kecamatan juga sudah sediakan tenda-tenda posko bantuan yang disebar ditempat-tempat umum seperti terminal dan pasar. “Sampai saat dana yang terkumpul sekitar Rp51 juta dari bantuan berbagai pihak, akan disalurkan kepada korban,” katanya. (Romi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *