oleh

Ini Rangkaian Kemeriahan HUT Kota Lubuklinggau

 LUBUKLINGGAU I Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Lubuklinggau ke 16 berjalan dengan meriah dengan diawali Paripurna Istimewa DPRD Lubuklinggau, Selasa (17/10) di Kompleks Gedung DPRD Petanang Kecamatan Lubuklinggau Utara I yang dipimpin Ketua DPRD H Rodi Wijaya.

Dalam peringatan ini, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin diberikan gelar adat oleh Lembaga Adat Kota Lubuklinggau, yakni bergelar Pangeran Natadiraja Utama dan Komjen Pol Budi Waseso (Buwas) yang merupakan Kepala BNN RI mendapat Gelar Ksatria Wirakrama Nusantara.

Tak lupa, Walikota H SN Prana Putra Sohe dan Wawako H Sulaiman Kohar mengenakan busana kebesaran raja-raja Lubuklinggau dahulu, yakni berupa busana Ketu Raje. Sementara, Hj Yetti Oktarina Prana, Ketua TP PKK ini mengenakan Tengkuluk Rebang sebagai ciri istri raja dahulu.

Dalam paripurna ini, juga hadir Ketua DPRD Sumsel H Ramanda Giri Kiemas dan anggota DPRD Sumsel dapil VII, Bupati Muratara HM Syarif Hidayat, Wakil Bupati Musirawas, Hj Suwarti, Ketua DPRD Empat Lawang David Aljufri, Perwakilan kepala daerah Provinsi Jambi dan Bengkulu, serta undangan lainnya.

Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe mengungkapkan, peringatan HUT momentum istimewa baginya di tahun terakhir periode pertama dan hampir lima tahun ini mewujudkan tagline Lubuklinggau sebagai kota jasa, industri dan perdagangan yang unggul mewujudkan Lubuklinggau Kota Madani yang terjabarkan dalam tujuh sektor pembangunan.

“Kami sudah semaksimal mungkin dengan kemampuan seluruh komponen masyarakat. Dulu Linggau sebagai kota transit, sekarang menjadi kota tujuan jasa, perdagangan, pendidikan, kesehatan dan investasi. Karena, Lubuklinggau daerah tidak ada sumber daya alamnya seperti daerah lain,” ujarnya.

Sementara, Gubernur H Alex Noerdin menyatakan, Sumsel provinsi yang motivasi bangun daerah yang paling kuat se-Indonesia dan didukung oleh bupati dan walikotanya.

“Terimakasih kami sudah diberi gelar dan suatu kehormatan kami. Kalau semua punya semangat seperti Nanan bisa maju pesat. Nanan telah menunjukan network  dan jejaring, dalam membangun yang sangat diperlukan seorang pemimpin,” kata dia.

Menurutnya, Lubuklinggau begitu banyak program yang melibatkan masyarakat. Insya Allah Linggau bisa meniru Sumsel sebagai daerah zero konfliks etnis dan antar agama yang jadi syarat utama mengelar berbagai kegiatan dan investasi.

“Linggau banyak peningkatannya dan rakyatnya guyub. Banyak kota yang tidak punya SDA juga bisa hebat, maka terus jadikan kota ini kota jasa, pendidikan dan investasi. Lubuklinggau sudah dalam trek yang benar dan sudah membuktikan Linggau sangat dinamis,” ungkapnya.

Sementara, rangkaian HUT kali ini meliputi pawai budaya, festival gendang nusantara, pemecahan Rekor MURI deklarasi Pasukan Anti Narkoba dan kegiatan lainnya. (ADV/Mulyadi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *