oleh

Kegiatan OKI Expo 2017 Amburadul dan Sepi Pengunjung

Suasana perhelatan OKI Expo 2017

KAYUAGUNG I Ajang OKI Expo yang berlangsung di Gor Biduk Kajang, Kecamatan Kayuagung tergolong sepi pengunjung meskipun telah dibuka secara resmi oleh Bupati OKI, Iskandar SE, Rabu (11/10/2018) kemarin.

Welly Telega, S.H, Pemuda pemantau pembangunan OKI mengatakan, kegaiatan OKI Expo tahun ini dinilai carut marut hal ini dikarenakan tidak profesionalnya penyelenggara kegiatan (EO). “Sangat disayangkan event tahunan yang semestinya menjadi pesta rakyat ini sepi pengunjung,”tuturnya.

Ditambahlagi kata Welly, banyak pelaku UKM yang tidak mengikuti pameran karena mahalnya sewa stand. “Bayangkan satu stand kerucut 3×3 dipatok harga Rp 3juta ini sangat mahal berbeda dengan tahun lalu yang gratis, silahkan lihat distand yang ada tidak ada pelaku UKM lokal yang ikut serta padahal ini ajang promosi untuk produk lokal OKI,”ungkapnya.

Selain itu kata Welly, banyak masyarakat yang tidak mengetahui event ini akibatnya sangat sedikit yang berkunjung ke OKI Expo. “ Kalau seperti ini kesannya hnaya menghamburkan dana APBD sementara kita sedang mengalami devisit anggaran,”katanya.

Sementara Kepala Dinas Perdgangan Kabupaten OKI, Sudianto Djakfar mengatakan, kegiatan itu bagian dari perayaan peringatan Hari Jadi ke-72 tahun Kabupaten OKI.

“Kami menyerahkan sepenuhnya pelaksanaan pameran produk itu kepada pihak ketiga,” ujarnya.

Peserta Kepanasan

Berdarkan pantauan Sejumlah peserta pameran OKI Expo dalam rangka Hari jadi kabupaten OKI ke 72 tahun 2017 mengeluhkan pelayanan panitia Expo.

Pasalnya, peserta yang ada didalam tenda router sekitar 50 stand mandi keringat, lantaran pendingin ruangan yang ada didalam tenda tidak menyala.

Di dalam tenda yang berukuran 50 x 80 meter tersebut terdapat stand-stand organisasi perangkat daerah (OPD) dan seluruh kecamatan se kabupaten OKI, sejumlah penjaga stand lebih memilih meninggalkan stand akibat panas.

Sebagian lagi mencoba untuk tetap bertahan dengan menggunakan kipas seadanya dari kardus minuman atau sejenisnya.

Menurut salah seorang penjaga stand yang tidak ingin namanya ditulis mengatakan, kegiatan oki expo tahun ini sangat amburadul dan persiapan yang jauh dari harapan.

“Coba lihat saja disini panas sekali pak.” ujarnya sembari mengayunkan kipas.

Dikatakannya, selain soal panas para peserta juga tidak mengetahui dimana sekretariat panitia (Event Organizer,red) sehingga jika ada komplain atau keperluan dengan pihak penyelenggara.

“Kita tidak tau dimana posko panitia jadi kalau ada persoalan ngadu kemana.” katanya.(Romi)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *