oleh

OKI Miliki Enam Wilayah Endemis Kaki Gajah

Bupati OKI H Iskandar SE didampingi ketua TP PKK OKI Hj Lindasari SE memberikan obat kepada kepala puskesmas Tulung Selapan, di desa Lebung Gajah.

KAYUAGUNG I Oktober ini, menjadi bulan pemberian obat dan pencegahan massal selama sebulan penuh. Sasaran bagi masyarakat berusia 2 tahun hingga 70 tahun.

Diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan OKI, HM Lubis Skm M.Kes bahwa, penyakit kaki gajah masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan perlu mendapat perhatian kita bersama mengingat serangan penyakit ini dapat menimbulkan cacat permanen pada organ-organ tubuh manusia.

“Dengan luas wilayah 19.023,47 ha dengan bentangan wilayah 75% berupa rawa-rawa, sangat memungkinkan bagi masyarakat di Kabupaten OKI mempunyai resiko tinggi untuk terinfeksi filariasis (penyakit Kaki Gajah). Oleh karena itu, kami selaku pemerintah pada prinsipnya selalu mendukung upaya-upaya yang dilakukan semua pihak untuk memberantas filariasis secara tuntas sebagaimana program nasional, yaitu Eliminasi Filariasis, agar masyarakat Kabupaten OKI terbebas dari penyakit tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Program Eliminasi Penyakit kaki Gajah atau Filariasis ini dilakukan dengan kegiatan Pemberian Obat Massal Pencegahan (POMP) Filariasis. “Pada tahun ini di Kabupaten OKI merupakan tahun terakhir dari rangkaian 5 tahun pelaksanaannya,” katanya.

Dijelaskannya juga, kegiatan ini dilaksanakan dengan sasaran penduduk yaitu umur 2 tahun sampai dengan 75 tahun yang tidak sedang menderita sakit berat serta tidak sedang hamil.

“Minimal 85% dari sasaran penduduk di Kabupaten OKI diharapkan mendapatkan serta meminum obat filariasis yang akan dibagikan secara gratis,” jelasnya.

Ditambahkan Kasi Pencegahan Penyakit Menular, Subianto bahwa untuk OKI sebelumnya ada enam wilayah endemis filariasis. Terutama yang ditangani enam puskesmas yakni Puskesmas Celikah dan Kutaraya Kayuagung, Puskesmas Mulya Guna Teluk Gelam, Puskesmas Pangarayaan Tanjung Lubuk, Puskesmas Tugu Mulyo, Lempuing. “Namun hingga beberapa tahun terakhir ini sejak pencanangan pencegahan Filariasis tidak ada penambahan pasien,” ungkapnya.

Secara simbolis, bulan pemberian obat dan pencegahan massal dilaksanakan oleh Bupati OKI H Iskandar SE didampingi ketua TP PKK OKI Hj Lindasari SE kepada kepala puskesmas Tulung Selapan.(Romi)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *