oleh

Tim Surveior KARS Lakukan Penilaian Terhadap RS dr Sobirin

MUSIRAWAS I Tim Surveior dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Kementrian Kesehatan RI, selama 3 hari, yakni 3-5 November 2017 akan memulai melakukan penilaian Rumah Sakit dr Sobirin, sehingga dapat meraih status Akreditasi RS versi KARS 2012.

Tim Suverior KARS yang terdiri dari Dr. Danial Malik Hadibrata (Surveior Medis), Dr. Edhi Sihrahmat (Surveior Manajemen), dan Ns. Nani Hernani (Surveior Keperawatan) disambut langsung oleh Bupati Musirawas, H Hendra Gunawan, Wakil Bupati Musirawas, Hj Suwarti, Managemen RS dr Sobirin, serta kepala OPD Musirawas, tepatnya di Rumah Dinas Pendopoan Bupati Musirawas di Kota Lubuklinggau, Senin (2/10)

Bupati Musirawas, H Hendra Gunawan menjelaskan, kedatangan Tim KARS ini merupakan angin segar bagi dunia kesehatan di Kabupaten Musirawas, mengingat tim ini nantinya akan melakukan menilaian terhadap salah satu aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musirawas, yakni RS dr Sobirin di Kota Lubuklinggau.

“Pada periode pemerintahan bersama Hj Suwarti, kemajuan dalam dunia kesehatan dijadikan salah satu prioritas. Hal ini tertuang dalam visi dan misi Kabupaten Musirawas dan telah digulirkannya program Musirawas Sempurna Sehat dan telah menetapkan pelaksanaan penyelenggaraan kesehatan yang menyeluruh sesuai dengan Peraturan Kementrian Kesehatan,” ungkapnya.

Bupati berharap, mengingat pentingnya akreditasi RS versi KARS 2012 ini, pihak manajemen RS dr Sobirin, beserta 15 pokja akreditasi yang telah dibentuk agar mempersiapkan dokumen kelengkapan dan penunjang yang dibutuhkan. Sehingga, di tahun 2018 mendatang, RS dr Sobirin ini sudah menyandang status Terakreditasi RS versi KARS 2012.

“KARS merupakan tim penilai yang akan melaksanakan survey sirmulasi di RS dr Sobirin, survey ini bertujuan untuk mengukur tingkat kesesuaian terhadap standar akreditasi pada sebuah rumah sakit. Dimana, nantinya ada 3 aspek yang akan melewati proses akreditasi, meliputi medis, manajemen RS, dan keperawatan. Untuk akreditasi RS versi KARS 2012 ini, terdapat 15 Pokja, yakni 323 standar dan 1.218 element penilaian,” jelas Bupati.

Sebelumnya, Jum’at (29/9) lalu Bupati Musirawas, H Hendra Gunawan mengunjungi RS dr Sobirin untuk melihat kesiapan RS dr Sobirin dalam menghadapi Tim Survey KARS.

Peninjauan dimulai dari ruang Unit Gawat Darurat (UGD), ruang pelayanan, ICU, Ruang Perawatan, Ruang Laundry, dan fasilitas penunjang lainnya yang sebagian dilakukan pemugaran dan memasuki tahap finising.

Terpisah, Direktur RS dr Sobirin, dr RM Nawawi Akib saat mendamping Bupati Musirawas mengaku, saat ini kesiapan RS dr Sobirin dalam memenuhi persyaratan Akreditasi versi Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) 2012 telah mencapai 90 persen, sehingga RS ini pada saat dilaksanakan survey pada bulan November yang akan datang sudah siap 100 persen.

“Untuk kesiapan dokumen telah mencapai 90 persen, dan salah satunya yaitu dokumen IPAL sudah ditandatangani oleh Walikota Lubuklinggau. Sementara, untuk kesiapan SDM, RS dr Sobirin saat ini telah terpenuhi atau 100 persen. Sementara, untuk kesiapan fasilitas fisik masih dalam tahap pengerjaan dan sebagaian telah memasuki tahap finishing,” jelasnya.

Khusus untuk bidang SDM, diakui Nawawi saat ini RS dr Sobirin telah memiliki 15 Dokter Spesialis, 2 Dokter Gigi, 20 Dokter Perawat dan 244 Perawat, serta sebagian besar lainnya tersebar pada fungsi-fungsi pelayanan lainnya.

“Total SDM keseluruhan sebanyak 559 orang yang terdiri dari 306 berstatus PNS dan CPNS, sementara sisanya non PNS,” jelasnya.

Diketahui, RS dr Sobirin ini merupakan RS yang tertua di wilayah ini, dibangun pada tahun 1938. Selain telah memiliki pengalaman dan telah dikenal luas oleh masyarakat dan ditunjang oleh SDM yang cukup banyak, serta fasilitas yang telah lengkap dan terus diupgarde. Tentu, ini menjadi kekuatan RS ini dalam memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat sehingga menjadikan RS ini menjadi yang terbaik di wilayah ini.(Mulyadi)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *