oleh

Wartawan di Palembang Kecam Ucapan Kotor Kapolres Waykanan

PALEMBANG I Sejumlah wartawan di Palembang, gelar aksi solidaritas yang mengecam ucapan kotor Kapolres Waykanan, Lampung, AKBP Budi Asrul Kurniawan. Polisi berpangkat melati dua itu menyamakan profesi yang pernah disandang orang tua Kapolri Jenderal Tito Karnavian (jurnalis) bagai kotoran hewan.

Pantauan di lapangan, dengan membawa atribut seadanya dan bendera salah satu organisasi profesi wartawan, mereka (massa aksi wartawan) menggelar aksi dan berorasi di depan Mapolda Sumsel. “Jurnalis adalah pekerjaan terpuji karena. Ucapan (menghina) seperti itu jelas tidak pantas disampaikan kepada siapapun, apalagi keluar dari mulut perwira polisi. Kami sangat mengecam hal ini,” ujar salah satu massa aksi Muhammad Moeslim (anggota Advokasi AJI Palembang).

Sementara, Koordinator Lapangan Jian Pier Papin menyerukan, agar Kapolri memberikan sanksi kepada Kapolres Waykanan, Lampung, karena telah melecehkan dan menghina profesi wartawan dengan menyamakan profesi wartawan sebagai kotoran hewan.

Lanjutnya, media merupakan mitra dari semua kalangan termasuk Polri, jadi media tugas sangat mulia tidak pantas untuk dihina apalagi dilecehkan. “Kami juga berharap kejadian serupa tidak lagi terulang dimana pun apalagi penghinaan tersebut dilakukan oleh seorang Kapolres,” sesalnya.

Untuk diketahui, penghinaan terjadi saat kegiatan penertiban aksi antara massa pro dan kontra angkutan batubara di Kampung Negeri Baru, Kecamatan Blambangan Umbu, Waykanan, Minggu (27/08). Dari rekaman yang beredar (viral) di awak media dan medsos, Budi mendiskreditkan media cetak. Dia menyebut, di era sekarang masyarakat lebih suka membuka situs media online ketimbang membaca media cetak. Apa lagi, media cetak di daerah.

“Kalau gua tuh udah enggak butuh sama wartawan jujur saja, yang baca koran hari ini itu siapa? Apalagi koran lu Lampung kelas cacingan gitu. Orang baca itu detik. Follower lu berapa? Lu mau tulis gua kaya apa pun silakan. Buktinya gua ditulis kayak gitu juga tidak ada yang lihat gua,” kata Budi dalam rekaman tersebut.

Tak sampai di situ, Budi menyatakan tidak membutuhkan publikasi media. Bahkan, dia menyatakan saat ini masyarakat lebih doyan menonton televisi yang menyajikan film layar lebar termasuk porno. “Lu bangun tidur bacanya apa? WA (Whatsapp) kan? Mana ada yang baca koran lagi sekarang, sudah tutup semua kok koran itu. Nonton tv (televisi) juga banyak yang nonton tv. Orang pada nonton HBO, nonton bokep. Ngapain nonton berita?,” ujarnya.

Terakhir, dalam video itu terdengar Budi menantang wartawan yang berada di lokasi untuk menyebarluaskan pernyataannya kepada seluruh wartawan. “Kasih tahu wartawan yang lain. Mau serang, serang gua lah, gua tunggu benar di sini,” tantangnya. (fornews.co)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *