oleh

Harno Joyo dan Sarimuda Berpotensi Dapat Dukungan PBB

PALEMBANG I Proses penjaringan bakal calon (Balon) Walikota Palembang yang dilakukan, DPC Partai Bulan Bintang (PBB) memasuki tahapan baru. Setelah mengeluarkan 4 nama pada Juli lalu, Minggu (20/8) DPC PBB Palembang umumkan dua nama balon yang masuk final.

Ketua Tim Penjaringan DPC PBB Palembang Fachrurrozi mengatakan, kedua nama itu adalah Harnojoyo (Walikota Palembang) dan Sarimuda (Ketua Fakem).

Dijelaskannya, masuknya dua nama tersebut ke final, berdasarkan skor yang meliputi, pendidikan, penghargaan, pengalaman organisasi partai politik dan lainnya.

“Berdasarkan hasil skoring PBB dengan indikator pendidikan, organisasi dan lainnya. Pertama Harnojoyo dan kedua Sarimuda,”katanya, usai melakukan rapat bersama 16 PAC PBB Palembang, di Hotel Swarna Dwipa, Minggu (20/8).

Anggota Tim Penjaringan, Bayu Harmoko mengatakan, dari 4 nama yang diumumkan pada Juli lalu ada 4 yakni, Harnojoyo, Mularis Djahri, Sarimuda dan Yudha Pratomo Mahyuddin. Diakuinya, skor keempat balon Walikota Palembang itu memang tidak jauh berbeda. Tapi, yang lebih tinggi adalah Harnojoyo dan Sarimuda.

“Mengapa Harnojoyo lebih unggul dikarenakan dia menjabat sebagai Walikota sekaligus Ketua partai. Sementara Sarimuda, lebih karena dia sebagai ketua ormas dan berbagai penghargaan yang ia raih,”katanya.

Dijelaskannya, tahapan selanjutnya adalah survei yang akan dilakukan oleh ranting-ranting PBB dari Rt, Rw sampai Kelurahan dan Kecamatan. Setelah itu baru dilakukan rapat pleno yang melibatkan semua PAC untuk penentuan satu nama yang akan diusung pada Pilkada Palembang 2018 mendatang.

“Kemungkinan pengumuman satu nama yang akan didukung dan diusung PBB awal November. Tapi jika hasilnya lebih cepat keluar. Pengumumannya akan lebih cepat, kita fleksibel,”katanya.

Ketua DPC PBB Palembang, Chandra Darmawan mengatakan, semua tahapan sudah dilalui dan sesuai mekanisme PBB.

Menurutnya, mekanisme setiap partai berbeda-beda, yang pasti PBB bisa mendeklarasikan balon Walikota lebih awal dari partai lainnya.

“Jadi harus diingat. Bahwa PBB tidak melakukan penjaringan untuk wakil melainkan Walikota,”katanya.

Ditambahkannya, Pilkada Palembang 2018 ini agak unik dari Pilkada Palembang sebelumnya, dimana pada Pilkada Palembang 2013 lalu, setiap calon sudah memiliki pasangan jauh sebelum di deklarasikan. Tapi, di Pilkada 2018 ini, sampai Agustus ini, siapa saja yang akan berpasangan belum jelas.

“Baru kali ini, sampai Agustus pasangan belum final. Hal itu juga yang membuat kesulitan bagi kami dalam melakukan survei. Karena, kalau survei berpasangan tentu bisa lebih jelas, bisa survei naik bahkan turun, tapi kepastian siapa yang akan kita usung dan dukung, pada awal November,”kata Ketua Ketua Fraksi Hanura Amanat Bulan Bintang, DPRD Palembang ini.

Sementara itu, Sekretaris DPC PBB Palembang, Ade Victoria mengatakan, dalam penentuan balon Walikota Palembang, pihaknya selalu mengandalkan survei. Karena hal itu menjadi strategi PBB, guna mengatisipasi kelemahan dan kekurangan calon yang diusung PBB nantinya.

“Jadi hasil survei selalu kita evaluasi. Yang pasti, PBB Palembang siap memberikan sumbangsih 10-15 persen dari jumlah pemilih untuk calon yang diusung,”pungkasnya.(Alam)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *