oleh

Napi Tewas di Kamar Tahanan Rutan Tebing Tinggi

Tim medis mengevakuasi jenazah dengan menggunakan satu unit mobil Ambulance untuk dibawa ke RSUD Empat Lawang, Minggu (30/7)

EMPAT LAWANG I Seorang warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, yang diketahui bernama Hasbi Arbi alias Bi (44), meninggal dunia, di sel tahanan, Minggu (30/7) sekitar jam 05.00 WIB.

Belum diketahui pasti peyebab kematian Narapidana (Napi) yang terkait kasus penodongan sales rokok, yang menyebabkan korbannya meninggal beberapa bulan lalu tersebut. Namun dari keterangan salahseorang petugas Rutan Tebing Tinggi, Bi sempat berupaya melarikan diri kemarin, Sabtu (29/7) sekitar jam 10.00 WIB, saat menerima bezukan dari salahseorang keluarganya.

Pantauan dilapangan, Rutan Tebing Tinggi, sejumlah aparat gabungan Polres Empat Lawang, berjaga-jaga di depan pintu utama Rutan. Jenazah baru dievakuasi oleh sejumlah petugas medis dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Empat Lawang, dengan menggunakan satu unit mobil Ambulance, dan selanjutnya dibawa ke RSUD Empat Lawang, sekitar jam 10.45 WIB.

Kepala Rutan Tebing Tinggi, Heri AMd SH MH saat dikonfirmasi membenarkan adanya Narapidana (Napi) warga binaan Rutan yang dikepalanya tersebut meninggal dunia. Dia mengakui Napi tersebut dikatakannya baru menerima putusan pengadilan terkait kasus pelanggaran 365, dengan putusan pengadilan 17 tahun penjara.

“Ya, korban ini Napi kasus 365, terkait penodong terhadap sales rokok di Muara Saling, beberapa bulan yang lalu. Napi ini divonis 17 tahun,” ungkap Heri.

Terkait penyebab Napi tersebut meninggal, pihaknya belum mau memberikan keterangan lengkap sebelum ada pemeriksaan dari dokter yang menangani pemeriksaan terhadap kondisi jenazah. “Yang jelas, sekitar jam tiga dini hari tadi, petugas kita melakukan pengontrolan rutin ruang tahanan, yang bersangkutan belum meninggal. Yang bersangkutan baru diketahui meninggal antara jam 4 sampai jam 5 dini hari,” urainya.

Sementara itu, Kapolres Empat Lawang, AKBP Bayu Dewantoro turut membenarkan adanya Napi yang meninggal dunia di dalam ruang tahanan Rutan Tebing Tinggi. Saat ini menurutnya, pihaknya terlebih dahulu meminta keterangan dari pihak Rutan Tebing Tinggi, terkait kronologis meninggalnya terpidana kasus 365 KUHP, yang baru diputus bersalah dengan hukuman 17 tahun penjara tersebut.

“Pertama selidik dulu, yang kedua kita minta dulu keterangan Kepala Rutan, apa penyebab meninggalnya. Tapi kita tidak bisa berpersepsi ini-itu dulu, harus dari orang yang ahli yang menyatakan penyebab kematiannya,” jelas Kapolres.

Soalnya lanjut Kapolres, baik itu jika terjadi di Polres atau di Rutan, orang akan berpikirian (negatif) terlebih dahulu, karena yang meninggal ini di dalam lingkungan, orang akan membesarkan prasangka-prasangka inilah atau itulah penyebabnya. “Makanya kita minta ahli terlebih dahulu untuk periksa penyebab kematian yang bersangkutan. Jadi bukan prasangka yang dibesarkan tapi fakta,” terangnya. (Ridi)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *