oleh

Atlet Sepeda Nasional, Popo Aryo Sejati Berhasil Mencatatkan Waktu Tercepat

LUBUKLINGGAU I Atlet sepeda nasional, Popo Aryo Sejati berhasil mencatatkan waktu tercepat dengan 3 menit 48 detik di kelas Men Elite Downhill di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Mountain Bike National Championship (NC) dan International Race (UCI C2) DHI-XCO-XCE Bukit Sulap, Lubuklinggau, South Sumatra‎, Rabu (19/7).

Atlet yang berasa‎l dari club Patron Mountain FGC, Provinsi Jawa Timur ini pun, resmi memastikan diri memperoleh satu tempat dalam perhelatan Asian Games 2018 mendatang yang digelar di Jakarta-Palembang.

Sementara di tempat kedua, ditempati ‎oleh atlet andalan tuan rumah yang mewakili Provinsi Sumsel, Agung Pambudi yang hanya berhasil mencatatkan waktu 3 menit 51 detik. Sedangkan, tempat ketiga diisi Hildan A dari club Posma Katana‎.

Usai balapan, Popo mengaku sempat kesulitan walaupun lintasan Bukit Sulap tak asing baginya, sebab lintasan ini sudah pernah mencatatkan dirinya sebagai juara di event sebelumnya. Namun, lintasan kali ini diakuinya berbeda, karena licin dan dipenuhi bebatuan.

“Cuaca juga mempengaruhi, yang kadang panas kadang hujan sehingga sulit mengatur tekanan ban. Kesulitan lain, adalah tanjakan yang berada dibawah awal start, karena curam dan licin, sehingga harus benar-benar fokus,” ungkapnya.

Capaian saat ini diakuinya tidak membuat ia jumawa, meskipun dirinya sudah memastikan bakal diturunkan dalam perhelatan Asian Games 2018 mendatang. Bahkan, bertanding di Kejurnas Lubuklinggau kali ini, dianggap Popo merupakan sarana mengukur diri sebelum bertanding sesungguhnya.

“Rencananya besok Jumat (21/7) akan turun lagi, ikut ajang Internasional, sekaligus kembali mengukur diri dan melihat lawan-lawan yang berasal dari luar negeri,” kata dia.

Sementara itu, Ketua ISSI Sumsel, Leonardi Sohe mengaku, dirinya kecewa dengan torehan atlet Sumsel. Sebab, ia berharap yang menjadi juara adalah Agung yang hanya berhasil jadi Runner Up..

“Kita ‎mengapresiasi capaian Popo yang mentalnya jauh diatas Agung. Terkait umur, Popo jauh lebih tua, jadi mungkin kematangan itu yang membedakan keduanya. Dari Kejurnas ‎tahun lalu sampai PON Jabar, memang Popo selalu unggul,” jelasnya.

Hanya saja, Leonardi tetap berharap Agung dapat menjadi pertimbangan masuk Asian Games. Karena, yang mengkuti Kejurnas kali ini, ada empat atlet nasional yang turun dan capaian atlet nasional lainnya itu jauh dibawah Agung.

“Bicara peluang Agung masuk Asian Games, memang target awal begitu. Nyatanya, sekarang hanya dapat juara dua. ‎Tapi, peluang itu belum tertutup, karena ada tim Pelatnas yang memantau dan menilai disini,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, untuk negara yang sudah konfirmasi hadir dalam Open Internasional Jumat nanti, yakni Malaysia, Philipina dan Vietnam. Termasuk juga akan hadir Ceko. Namun, Portugal masih menunggu kepastian sampai dengan saat ini.

“Total seluruh peserta sama Kejurnas dan Internasional, yakni 150 atlet. Sementara, untuk Open Internasional kurang lebih 30 orang, termasuk tuan rumah, Indonesia,” ungkapnya.(Mulyadi)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *