oleh

Rifa’i, SE Tantang Iskandar SE di Pilkada OKI 2018

KAYUAGUNG I Duet Pasangan  H Iskandar SE – H RIfa’i SE yang merupakan pasangan bupati dan wakil bupati yang terpilih dalam pikada OKI 2013 lalu tampaknya tidak akan berlanjut pada pilkada 2018, keduanya sekarang lebih memilih jalannya sendiri-sendiri. Hal ini juga mempertegas asumsi bahwa tidak adanya keharmonisan lagi antara keduanya.

Meskipun di dalam politik situasi berjalan sangat dinamis, namun sinyal-sinyal keduanya tidak akan berpasangan lagi dalam pilkada OKI juni 2018 mendatang sudah mulai kelihatan, baik Iskandar maupun HM RIfai terlihat masing-masing sibuk untuk “mensosialisasikan diri “ akan maju dalam pilkada mendantang dan terkesan keduanya akan berhadap–hadapan  atau menjadi rival dalam pilkada mendatang.

Kemungkinan duet keduanya tidak dilanjutkan lagi terlihat juga dalam nuansa penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati yang telah dibuka oleh sejumlah partai politik di Kabupaten OKI, dimana sudah ada 4 partai politik diantaranya PDIP, Nasdem, PAN dan Gerindra yang membuka pendaftaran, baik Iskandar maupun Rifai sama-sama mengambil formulir bakal calon bupati.

Sikap politik wakil bupati OKI, HM RIfai SE memang baru terlihat sekitar 2-3 bulan terakhir, sebelumnya sejumlah pihak menyangsikan jika yang bersangkutan akan ikut kembali bertarung dalam kontestasi politik di OKI tahun 2018 mendatang, mengingat hingga saat ini HM Rifai bukanlah kader partai tertentu. Pada saat mencalonkan diri sebagai wakil bupati mendampingi Iskandar SE tahun 2013 lalu dirinya mengundurkan diri dari jabatan sebagai anggota DPRD OKI dari Partai Demokrat  dan “melawan” ketua DPC Partai Demokrat OKI Hj Tartila Ishak yang saat itu juga ikut maju dalam pilkada, HM Rifai belum melabuhkan pilihannya ke salah satu Parpol.

Berakhirnya Duet H Iskandar – HM Rifai dipertegas juga oleh sikap HM Rifai pada saat mengambil formulir bakal calon bupati di sekretariat DPC Partai Gerindra OKI, Sabtu (10/6).

HM Rifai mengambil berkas calon bupati langsung dengan bakal calon wakilnya Salmin Aldy Helvian yang merupakan salah satu tokoh dari Pantai Timur.

Menurut Rifa’i,  Hingga saat ini baru pasangan Rifai-Salmin yang sudah siap satu paket sejak awal, sementara kandidat  lainnya masih melakukan penjajakan.

“Sejak awal kita sudah siap satu pasang, memang sudah cukup lama kenal pak Salmin, dengan pengalaman yang kami miliki Insya Allah kedepan OKI akan lebih baik lagi,” katanya seraya berharap Gerindra akan memberikan dukungannya.

HM Rifai juga mengatakan, hingga saat ini dirinya masih tetap berkomitmen untuk menyelesaikan sisa masa jabatannya sebagai wakil bupati.

“Kalau dikatakan berakhir belumlah, sebab akhir masa jabatan 15 januari 2019, namun terkait sikap politik tentu itu hak masing-masing,” katanya.

Diterangkannya, Selain melamar gerindra, keduanya juga telah melakukan penjajakan ke sejumlah partai lainnya dan merasa optimis akan mendapatkan dukungan parpol untuk maju pada pilkada 2018 mendatang.

Sementara itu  Salmin Aldy Helvian dalam kesempatan tersebut mengatakan siap mendampingi HM Rifai sebagai wakil bupati, berbekal pengalaman yang dimilikinya Salmin optimis dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.

“Ada dua hal yang ingin saya wujudkan kabupaten OKI yang bermartabat dan sejahtera,” katanya.

Sementara itu Ketua DPC Garidra OKI Nanda SH mengatakan, sesuai dengan mekanisme partai setiap berkas kandidat akan dilakukan verifikasi selanjutnya diberikan ke DPD Gerindra Sumsel.

“Mudah-mudahan  kedua kandidat akan direstui oleh DPD Gerindra,” tandasnya.

Sementara itu pada saat pengambilan formulir sejumlah tim sukses yang terlihat mengantarkan bukanlah wajah asing, akan tetapi sebagian tim yang dulu mendukung Duet Iskandar-Rifai.(Romi)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *