oleh

Siswa SMP di OKI Lakukan Aksi Konvoi dan Corat-Coret 

KAYUAGUNG I Meskipun sedang melaksanakan ibadah puasa dibulan suci ramadhan ternyata tidak menyurutkan  semangat para siswa SMP di Kabupaten OKI untuk melakukan aksi corat coret seragam dan konvoi merayakan kelulusan.

Pengumuman kelulusan tersebut dilaksanakan, Jumat (2/6) disekolah masing-masing, selanjutnya usai menerima kelulusan para pelajar putih biru tersebut langsung melakukan aksi corat coret seragam dan diteruskan dengan konvoi dengan menggunakan kendaraan.

Para siswa yang melaksanakan aksi ini tidak hanya berasal dari Kecamatan Kota Kayuagung saja akan tetapi dari beberapa kecamatan lain dalam Kabupaten OKI seperti kecamatan Pampangan. tidak sedikit siswa yang bonceng tiga, bukan hanya itu saat mengendarai motor mereka ada yang teriak-teriak dan ugal-ugalan. Sikap mereka itu sempat membahayakan pengendara lainnya, selanjutnya para siswa ini berkumpul ditaman segitiga emas kayuagung.

“Kami merasa gembira pak, cuma sekali inilah untuk kenang kenangan sudah itu tamat mungkin sudah berpisah.” ujar salah seorang siswa berinisial AB.

Menurutnya, aksi ini dilakukan sekaligus juga sebagai bentuk keakraban antar sesama teman SMP, meskipun mereka juga merasa takut jika dilihat oleh  pihak sekolah atau guru.

“Kalau ketahuan takut juga pak.” ujarnya.

Hal senada diungkapkan LN siswa salah satu SMP di Kecamatan Pampangan mengatakan tak perlu merasa khawatir dengan pakaian yang dicoret, karena dari coretan inilah ada kenangan semasa duduk di bangku SMP.

“Moment inikan hanya sekali, tidak akan terulang lagi makanya kita sama-sama merayakan.” ucapnya.

Sementara itu  Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melalui, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Dedi Rusdianto MSi mengatakan pihaknya telah mengingatkan kepada seluruh siswa SMP untuk tidak melakukan coret-coret baju.

Hal ini berkaitan dengan akan diumumkannya hasil Ujian Nasional (UN) dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), hari ini (2/6).

Menurutnya, pihaknya sangat menyayangkan jika tetap ada siswa-siswi yang melakukan aksi corat-corer itu.

“Untuk mencegah hal tersebut kita sebelumnya memang sudah mengingatkan ke masing-masing Kepala Sekolah agar bisa melarang para siswanya untuk tidak melakukan aksi (corat-coret) ini pasca pengumuman ini,” katanya.

pihaknya sangat menyesalkan bagi siswa yang melakukan coret seragam atau sampai konvoi sepeda motor berkelompok di jalan raya. Karena hal itu, selain mengganggu ketertiban umum, baju yang seharusnya masih bisa dipakai bisa disumbangkan ke orang yang tidak mampu.

“Mubazir sekali kalau sampai baju yang masih bisa dipakai tetapi jadi tidak layak akibat dicoret,” ujarnya.(Romi)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *