oleh

Empat Lawang Perkenalkan Kopi Robusta

EMPAT LAWANG I Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang berkeinginan jika Kabupaten yang berjorgan ‘Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati’ ini selalu diingat oleh masyarakat luar ketika berkunjung ke Empat Lawang.

Salah satu caranya dengan memperkenalkan Kopi Robusta Empat Lawang yang saat ini telah memiliki sertifikat hak paten.

“Tidak bisa dipungkiri kopi Empat Lawang ini rasanya memang enak. Bukan hanya masyarakat Empat Lawang yang mengakuinya, masyarakat luar Empat Lawang pun mengakui jika kopi Empat Lawang ini rasanya enak,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Empat Lawang Susyanto Tunut.

Apalagi, kata Susyanto, kopi yang dihasilkan dari petik merah, rasanya lebih enak dan sudah banyak yang ingin membeli kopi petik merah berapa pun banyaknya.

“Untuk memperkenalkan Kabupaten Empat Lawang ini harus ada yang selalu diingat oleh masyarakat luar. Salah satunya dengan kopi, saat ini kopi robusta Empat Lawang telah memiliki sertifikat hak paten tinggal bagaimana cara kita memasarkan kopi robusta ini,” katanya.

Pemerintah sendiri, sebut Susyanto, siap membeli kopi petik merah yang masih basah dari masyarakat dengan harga Rp6 ribu per Kg. Jika dibandingkan dengan harga kopi keringnya seharga Rp30 ribu per Kg. “Seberapa pun banyak kopi petik merah pemerintah siap membelinya, karena sudah banyak masyarakat luar yang menginginkan kopi yang dihasilkan dari petik merah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kawasan yang masuk Indikasi Geografis (IG) kopi robusta di Empat Lawang sendiri ada empat kecamatan yakni Kecamatan Talang Padang, Sikap Dalam, Ulu Musi, Lintang Kanan. “Nilai kopi kita saat ini 8,2 jika diolah lagi dengan baik nilainya bisa mencapai 9 lebih,” ucapnya.

Untuk memperkenalkan kopi Empat Lawang, lanjut Susyanto, harus dimulai dari Pemerintah sendiri. Semisal memakai lambang kopi di ID Card atau membuat tugu kopi.

“Semisal ada tamu dari luar, bisa disuguhi kopi maupun sebaliknya apabila pejabat Empat Lawang sedang Dinas Luar (DL) juga membawa kopi untuk oleh-oleh. Dengan begitu tentu orang diluar sana ingat dengan Kabupaten Empat Lawang melalui rasa Kopi Empat Lawang,” jelasnya.

Saat ini, pihaknya telah merencanakan tempat yang bakal dijadikan pusat oleh-oleh maupun tempat yang bakal khusus untuk menikmati kopi Robusta Empat Lawang. “Semestinya setiap kantin disekitar Pemkab itu menyediakan kopi Robusta, jadi apabila ada tamu dari luar bisa diajak mencicipi kopi Robusta Empat Lawang,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Empat Lawang, M Mursadi mengaku, saat bertemu investor, ia memberikan kopi sebagai oleh-oleh dari Empat Lawang. Setelah investor mencicipi kopi tersebut, investor tadi bertanya dimana dirinya dapat membeli kopi itu.

“Nah dari pertanyaan investor tadi saja, kita sudah bingung menjawabnya. Jadi saat ini harus ada tempat yang menyiapkan kopi Robusta Empat Lawang. Kalau bisa disetiap daerah minimal ada satu tempat yang menjual kopi Robusta,” katanya.

Kopi Empat Lawang sangat berbeda dengan kopi daerah lain. Kopi Empat Lawang tidak membuat mual maupun sakit perut bagi yang elergi meminum kopi. Hal itu diakui oleh, Yogi salah seorang warga Tebing Tinggi, menurutnya kopi Empat Lawang tidak membuat mual padahal ia sedikit elergi jika meminum kopi, namun beda halnya saat meminum kopi Empat Lawang.

“Saya ini sedikit elergi jika meminum kopi. Namun beda halnya saat meminum kopi Empat Lawang, tidak membuat mual maupun sakit perut atau pun lambung sakit,” tukasnya.(Ridi)

 

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *