oleh

Gila!! Karyawati Matahari Store Diperbolehkan Berjilbab Asalkan Rok/Celana di Atas Lutut

Ilustrasi
Ilustrasi

LUBUKLINGGAU I Aturan yang ditetapkan pihak Matahari Store yang berada di Lippo Plaza, menjadi sorotan sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Lubuklinggau, karena dinilai diskriminatif terhadap karyawati.

Sebab, dalam rapat yang digelar bersama manajeman Matahari Store dan Hypermart, manajemen Matahari Store mengungkapkan bahwa karyawati tidak dilarang untuk berjilbab, namun harus menggunakan celana (rok/sepan) diatas lutut.

“Itu kan namanya diskriminatif. Mereka memang tidak melarang karyawati berjilbab. Namun, kalau aturan celana harus diatas lutut itu, tentu saja kan percuma bagi mereka yang berjilbab. Sebab, sama saja itu dilarang. Siapa yang mau berjilbab tapi menggunakan celana mini,” ungkap anggota DPRD Kota Lubuklinggau, Hambali Lukman, Rabu (16/11).

Dijelaskannya, malah manajemen Hypermart yang menurutnya sesuai dengan aturan dan tidak diskriminatif terhadap karyawati, karena bahkan memfasilitasi bagi karyawati yang berjilbab.

“Kalau yang begitu kita terima, sebab kalau semua karyawati tidak berjilbab, diskriminasinya disisi lain, yakni dalam penerimaan karyawati yang tentunya tidak berpihak kepada mereka yang menggunakan jilbab,” kata dia.

Ia mengaku, pihaknya akan terus mengawasi aturan yang dianggap manajemen Matahari Store tersebut, merupakan aturan dari manajemen mereka di pusat.

“Kita akan monitor terus. Kalau memang tidak bisa difasilitasi, akan ada langkah lanjutan untuk hal itu. Jika memang aturannya begitu. Yang jelas, kita yang di Lubuklinggau tidak menerima aturan tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Kota Lubuklinggau, Suyitno yang memimpin rapat tersebut menjelaskan, dalam pertemuan tersebut juga membahas terkait hal yang menjadi miskomunikasi antara manajemen Matahari Store, Hypermat dan pihak Lippo, terkait penerimaan karyawan, karena ada yang belum diketahui pihaknya.

“Tadi kita membahas yang menjadi miskomunikasi antara kita. Termasuk, baru setelah itu kita mengkritik terkait aturan karyawati yang dinilai tidak berpihak kepada yang menggunakan jilbab,” ungkapnya.(Mulyadi)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan ke serenada Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 comments

  1. ga masuk akal deh komenar dari anggota DPRD yang terhomrat ini,hypermart dan matahari kan berada dalam satu induk perusahaan,dan secara otomatis SOP hypermart pasti sama dengan Matahari store.hypermart anda katakan sudah sangat baik dalam halam pengunaan jilbab bagi karyawan muslim,bagaimana mungkin karyawan matahari store tidak sejalan dengan dengan aturan hypermart…menurut saya itu tidak mungkin

  2. Anggota DPRD Kota Lubuklinggau Hambali Lukman, sepertinya gak ngerti masalah yaaa, atauhanya cari2 masalah saja?? menurut yg saya tau bukan gitu deh hasil dengar pendapatnya, matahari store tidak pernah mengeluarkan pendapat pakai kerudung dengan paduan rok mini /celana mini alias diatas lutut, yg benar adalah pakai kerudung dan celana panjang, matahari diseluruh Indonesia gak ada tuh masalah gini2an aman-aman aja sebab matahari store gak pernah mempermasalahkan penggunaan pakaian utk karyawan.

  3. Hahaha,, gak yakin gua Matahari dengan aturan ini, di Jakarta saja yg dikatakan metropolitan gak ada karyawan matahari yg se seksi begitu pakai jilbab dengan rok mini, kayak perusahaan baru aja nih matahari dibuat, mereka sudah berpengalaman pasti mempelajari dan tau kultur masing-msing daerah, gak masuk akal aja sampai masuk berita begini. buka wawasan dong pejabat lubuklinggau nyaa.

  4. Bukannya Matahari ini milik Cina yang sering kalian kafirkan? Solusinya mudah saja. Kalau memang merasa berat meninggalkan “syariat”, ya jangan kerja di Matahari. Cari saja kerjaan lain yang dimiliki muslim. Misal kerja di perusahaan ” ngustad” Yusuf Mansur. Dia kan kaya, seorang “ngustad” sekaligus saudagar. Pasti di perusahaan dia pakai aturan syariat. Yang perempuan, kerja pakai burqa. Nyolong, potong tangannya. Indah kan? Ayolah, jadi muslim itu yang kaffah, jangan cemen begitu.