oleh

Tidak Disiplin, Dewan Minta MoU dr Spesialis di RSUD Kayuagung Ditinjau Ulang

Direktur RSUD Kayuagung, dr Dedi Sumantri
Direktur RSUD Kayuagung, dr Dedi Sumantri

KAYUAGUNG I Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan meminta pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung untuk meninjau ulang MoU dengan para dokter spesialis.

Anggota Komisi IV DPRD OKI, Solahuddin Djakfar menilai, banyak dokter spesialis di RSUD Kayuagung yang tidak disiplin masuk kerja sesuai waktunya. Akibatnya, pasien yang membutuhkan penanganan mendadak dari dokter spesialis, tidak bisa tertolong dengan segera.

“Sudah sepatutnya pihak RSUD berbenah mulai dari pelayanan berikut SDMnya kalau memang dokter spesialis tersebut tidak bisa mengikuti aturan yang telah dibuat managemen RSUD untuk apa dipertahankan,”jelasnya.

Politisi partai NasDem ini juga mengatakan, banyak dokter spesialis yang lebih mengutamakan menangani pasien di rumah sakit swasta atau dikliniknya masing-masing, ketimbang di tempat tugas utamanya yakni RSUD ditambahlagi banyak dokter spesialis tersebut yang tinggal di Palembang atau diluar daerah OKI sehingga bekerjanya tidak maksimal. “Kita ingin pelayanan di RSUD ini menjadi lebih baik lagi untuk itu, kita berharap MoU dokter spesialis tersebut harus ditinjau ulang,”ungkapnya.

Menurutnya, pemerintah telah mengeluarkan anggaran yang cukup besar untuk para dokter spesialis ini dengan demikian sudah sewajarnya kalau pemerintah menuntut mereka untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. “Untuk satu dr Spesialis itu tunjangannya Rp 15juta perbulan itu dianggarkan melalui APBD belum lagi uang jasa medisnya,”kata pria yang akrab disapa Endeh ini.

Sementara itu, Direktur RSUD Kayuagung, dr Dedi Sumantri ketika dibincangi tidak menampik bahwa masih banyak dr spesialis yang tidak disiplin dalam bekerja. “Kita akui memang ada beberapa dokter spesialis yang tidak maksimal kedepan MoU nya akan kita perbaiki,”katanya.

Dikatakannya, pihaknya akan memanggil dokter yang tidak displin dengan cara pendekatan kalau memang tidak bisa diperbaiki pihaknya berjanji akan memberikan tindakan yang tegas. “Kalau mereka tidak bisa mengikuti aturan kita akan ambil tindakan tegas silahkan keluar,”ungkapnya.

Kata Dedi saat ini kebutuhan dr Spesialis di Kabupaten OKI sudah cukup setidaknya ada sekitar 17 orang dr Spesialis dan hanya 50persen yang aktif dan mengikuti aturan. “Kita tidak tahu apa kendala mereka yang jelas kabarnya mereka ingin di fasilitasi dan banyak juga yang tempat tinggalnya jauh tap kedepan akan kita perbaiki,”Jelasnya. (Romi Maradona)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *