oleh

Volume Sampah di Palembang Naik 80 Ton Perhari

SampahPALEMBANG I Progrom gotong royong yang dicanangkan oleh Walikota Palembang H Harnojoyo cukup singnifikan dalam mengurangi sampah yang ada di Kota Palembang, dengan adanya gotong royong Dinas Kebersihan Kota (DKK) mengangkut volume sampah meningkat hingga 80 ton terhari.

“Dengan adanya program gotong royong yang dicanagkan oleh pak Walikota sangat efektif, karena setiap harinya sampah yang diangkuti oleh DKK mencapai 600-700 ton perhari, ada penambahan 80 ton rata-rata,”kata  Sekretaris Dinas DKK, Magbuk, Rabu (16/3).

Dikatakan Mahbuk, sampah yang diangkut sebagaian besar sampah yang berasal dari daerah aliran sungai (das) dan anak sungai, ini membuktikan tingginya sampah yang ada, karena selama ini sampah tersebut terbenam dalam air dan sebagainya.

“Dengan adanya program ini Palembang semakin bersih dan tentunya menjadi kota yang sehat, yang lebih penting dampaknya warga Palembang akan menjadi sehat terhindar dari segala penyakit, karena penyakit akan timbul itu dari lingkungan,”kata Mahbuk.

Dikatakan Mahbuk, penyuplai  sampah paling tinggi berasal dari Kawasan Seberang Ulu (SU)  dibandingkan wilayah lain yang ada  di Palembang. Karena jumlah penduduk warga SU lebih tinggi. “Karena kan di SU itu kawasan padat penduduk. Hasil limbah harian warga memang banyak. Namun, kita selalu berusaha menekan jumlah sampah yang dihasilkan dari seluruh sektor di Palembang,”kata mahbuk.

Menurutnya, keberadaan bank sampah dan pengelolaan sampah menjadi kompos yang mulai banyak diterapkan oleh sejumlah kecamatan, cukup besar manfaatnya untuk mengurangi produksi sampah. Jika selama ini seluruh jenis sampah diangkut dan dikumpulkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), kini sudah dapat memberikan manfaat bagi warga.

“Seperti sampah eceng gondok di tepian sungai atau rawa, itu kan tidak perlu dibuang ke TPA. Cukup diolah karena beberapa kecamatan di Palembang sudah mampu mengelola sampah menjadikannya kompos,”terangnya.

Meski produksi sampah masih tinggi, ditambahkan Mahbuk pihaknya masih kekurangan armada berupa truk, karena truk yang ada saat ini hanya 120 unit sehingga membuat pihaknya kewalahan dalam mengangkut sampah.

“Paling tidak truk ditambah 20 unit lagi, kami telah mengajukan kepada panitia Asian Gamesn agar dapat dipinjamkan armada truk, karena sampah akan tinggi pada saat Asian games berlangsung 2018 nanti,”tukasnya.(Supardi)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *