oleh

La Nyalla Tersangka, Persib Minta KLB

Manajer PSSI, Umuh Muchtar (depan) minta PSSI segera gelar KLB dengan kasus penetapan Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti, sebagai tersangka. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Manajer PSSI, Umuh Muchtar (depan) minta PSSI segera gelar KLB dengan kasus penetapan Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti, sebagai tersangka. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

JAKARTA I Penetapan Ketum PSSI, La Nyalla Mattalitti, sebagai tersangka kasus korupsi Kamar Dagang Industri (Kadin) Jawa Timur, membuat satu per satu anggota PSSI mulai angkat bicara. Satu per satu klub PSSI pun mulai berani menyuarakan soal kursi kepemimpinan di induk sepak bola Tanah Air itu.

Salah satunya klub elite Indonesia Super League (ISL), Persib Bandung. Suara-suara lantang itu dilontarkan langsung oleh manajer Persib, Umuh Muchtar.

Umuh menyampaikan, harus segera digelar Kongres Luar Biasa (KLB) dengan penetapan La Nyalla sebagai tersangka. “Dari awal sebelum penetapan (status tersangka), saya sudah bilang bahwa harus ada KLB,” ujar Umuh.

“Apalagi, statusnya sudah terang benderang bahwa Ketua Umum PSSI ditetapkan sebagai tersangka.”

Menurutnya sudah seharusnya La Nyalla mundur, tak perlu menunggu proses persidangan, menanti vonisnya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jawa Timur. Pertimbangan moral dan etika, ia menambahkan, sudah seharusnya jadi dasar bagi Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) untuk legowo mundur. “Saya minta, klub-klub harus dikumpulkan lagi untuk menyatukan suara. Situasinya sudah semakin parah,” ucap Umuh.

Pengusaha di Bandung ini pun menerangkan, klub-klub yang punya hak untuk meminta kepada anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, agar segera digelar KLB. “Kalau suaranya banyak yang meminta KLB, Exco PSSI harus melaksanakan itu!” ujar Umuh.

“Pokoknya catat baik-baik, Persib minta KLB kalau sudah begini.”

Umuh melanjutkan, sebenarnya permasalahan sanksi sepak bola di Indonesia bisa selesai jika dari sebelumnya La Nyalla dengan lapang dada mundur. “Lagi pula, apa yang mau ia pertahankan begitu ngototnya mempertahankan kursi Ketum PSSI?” katanya.

Umuh pun sangat setuju dengan rencana anggota Exco yang bakal menggelar rapat darurat apabila surat penetapan La Nyalla sebagai tersangka sudah keluar.

“Saya bukan sedang memihak pemerintah, tapi ini suara dari pelaku sepak bola yang menginginkan semua kekacauan ini bisa selesai,” tukas Umuh.

Pada KLB, 18 April 2015 lalu, Umuh termasuk salah satu yang pernah vokal terkait terpilihnya La Nyalla karena mundurnya calon kuat seperti Joko Driyono jelang pemilihan. Ia bahkan sempat naik ke mimbar dan marah atas kejadian yang menurutnya seperti sandiwara tersebut.

Maklum, Umuh saat itu sudah menentukan pilihannya kepada Joko sebagai Ketua Umum PSSI periode 2015-2019. (CNN)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *