oleh

Bawa Bendera GAM Dua Anak Punk Diamankan Petugas Polres Empat Lawang

bendera-GAMEMPAT LAWANG I Dua orang anak Punk yang mengendarai Vespa dari 0 Kilometer (Sabang) Provinsi Nangroe Aceh Darusalam (NAD) tujuan Pulau Jawa, yang diketahui bernama Dayat (21) dan Dudi (24), keduanya mengaku warga Provinsi Banten, terpaksa berurusan dengan polisi setelah kedapatan membawa atribut Gerakan Aceh Merdeka (GAM), berupa bendera kelompok separatis tersebut. Sementara bendera Partai Aceh dikibarkan di Vespa yang dia pakai.

Kedua pengendara vespa ini terjaring pada operasi simpatik yang digelar Polres Empat Lawang, di jalan lintas tenggah sumatera (Jalintengsum) kawasan Kecamatan Saling Kabupaten Empat Lawang, Selasa (15/3).

Untuk mendalami motif kedua orang pengendara vespa ini, oleh pihak kepolisian akhirnya dibawa ke Mapolres Empat Lawang, untuk dimintai keterangannya, terkait atribut bendera GAM yang dibawanya ini.

Kepada wartawan, kedua pengendara vespa menggaku mendapatkan bendera GAM ini dari tukang tambal ban di Lhouksumawe NAD.

“Saya tidak tau jika bendera ini adalah bendera GAM. Yang saya tau bendera ini bendera Partai Aceh. Dapatnya juga dari tukang tambal ban sewaktu nambal ban di Lhouksumawe Aceh,” kilahnya.

Dijelaskannya, saat itu dia memasang bendera yang ada tulisan Acehnya di kendaraan vespa yang dia pakai, karena itulah dia mengaku dikasih tukang tambal ban untuk diminta dipasang bendera yang tambal ban beri.  “Karena bendera yang dikasih tambal ban itu tidak ada  tulisan Acehnya, saya tidak jadi memasangnya, namun hanya menyimpannya di bawah jok motor,” kelitnya.

Kapolres Empat Lawang, AKBP Rantau Isnur Eka SIK saat dibiincangi wartawan menyebut, temuan ini adalah hasil operasi simpati sekaligus operasi sadar lintang (OSL) yang digelar oleh pihaknya selama 12 jam.

“Tidak hanya di Jalintengsum kawasan Kecamatan Saling, kita pada hari ini menggelar operasi simpatik di 10 titik dalam wilayah 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Empat Lawang, hasilnya di kecamatan saling, kita berhasil mengamankan bendera yang mirip bendera GAM,” jelas Rantau.

Tidak hanya mengamankan bendera GAM, pihaknya kata Kapolres Empat Lawang ini, juga berhasil mengamankan pelaku pembawa sajam, 3 unit mobil pribadi dan satu  truk yang terindikasi tak miliki dokumen resmi, termasuk juga kendaraan roda 4 unit dikarenakan tidak membawa kelengkapan surat menyurat.

“Kegiatan ini terbagi tiga tim, yakni tim A untuk wilayah Lintang Kanan, Muara Pinang dan Tebing Tinggi. Kemudian tim B untuk wilayah Kecamatan Pendopo dan Tim C untuk wilayah Paiker, Ulu Musi dan Sikap Dalam. Metode yang kita gunakan yakni HIT and Run atau Pukul dan lari,” pungkasnya (Ridi)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *