oleh

‘Menteri Perang’ ISIS Tewas dalam Serangan Udara AS di Suriah

Ilustrasi militan ISIS (CNN Indonesia/Laudy Gracivia)
Ilustrasi militan ISIS (CNN Indonesia/Laudy Gracivia)

JAKARTA I Abu Omar al-Shishani, komandan kelompok militan ISIS yang memiliki jabatan penting sebagai menteri perang tewas dalam serangan udara koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat di Suriah.

Shishani yang berpenampilan khas dengan janggut berwarna merah ini juga dikenal sebagai Omar dari Chechnya, dan salah satu militan yang paling dicari. AS bahkan menawarkan imbalan sebesar US$5juta (Rp64 miliar) bagi siapa saja yang memiliki informasi tentang dirinya.

Lahir pada 1986 di Georgia yang saat itu masih merupakan bagian dari Uni Soviet, Shishani memiliki reputasi sebagai penasihat militer yang dekat dengan pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi.

Para pengikut ISIS menyatakan Baghdadi bahkan sangat bergantung kepada Shishani dalam mengambil keputusan perang.

Dilaporkan Reuters pada Selasa (8/3), Shishani diyakini tewas dalam serangan koalisi pada Jumat (4/3) di dekat kota al-Shadadi, yang berhasil direbut dari ISIS bulan lalu. Meski demikian, AS masih enggan untuk menyatakan kematian Shshani.

Dua pejabat AS menyatakan optimistis serangan udara AS menewaskan Shishani, namun mengakui bahwa hingga kini nasib Shishani belum diketahui dan hasil dari operasi itu masih ditinjau. Sementara, pejabat AS lainnya menyatakan Shishani memang ditargetkan dalam serangan itu.

Sementara pejabat lain yang tidak ingin namanya dipublikasikan menyatakan kepada Reuters bahwa serangan itu menargetkan kendaraan yang diyakini membawa Shishani, namun dia menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut.

Seorang pejabat milisi Kurdi Suriah, YPG yang tutur memerangi ISIS di wilayah al-Shadadi, menyatakan telah menerima informasi bahwa Shishani tewas tetapi tidak dapat mengkonfirmasi kematian itu dan tak pula dapat merinci serangan udara yang menewaskan Shishani.

Departemen Luar Negeri AS menggambarkan Shishani sebagai komandan senior ISIS dan anggota Dewan Syura yang berbasis di al-Raqqa, kota yang diklaim ISIS sebagai ibu kotanya di Suriah.

Kemenlu AS mengidentifikasi Shishani sebagai komandan militer ISIS dalam video yang diedarkan ISIS pada 2014.

Shishani, yang memiliki nama asli arkhan Tayumurazovich Batirashvili, mengawasi fasilitas penjara yang banyak dihuni sandera asing di dekat Raqqa.

Jika dikonfirmasi, maka serangan udara ini akan menjadi salah satu operasi paling sukses untuk memerangi ISIS sejak Mei lalu, ketika pasukan operasi khusus AS berhasil menewaskan pria yang mengatur produksi minyak, gas dan operasi keuangan ISIS.

Pada November lalu, serangan udara AS menewaskan pemimpin senior ISIS lainnya di Libya yang dikenal bernama Abu Nabil. (CNN)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *