oleh

Gubernur Sumsel Ajak Instansi Bahu Membahu Antisipasi Karhutla

KarhutlaPALEMBANG I Kebakaran hutan dan lahan gambut yang terjadi di Sumatera Selatan pada 2015 lalu sempat menjadi perhatian dunia internasional, karena dampaknya yang begitu besar terhadap perubahan iklim dunia. Hal itu menjadi pengalaman terburuk Pemerintah Sumsel dan instansi terkait. Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, menyerukan siaga dan tanggap terhadap musibah ini.

Ia menyeruhkan setiap instansi bahu-membahu agar musibah ini tidak lagi menjadi pukulan hebat di tahun 2016.

“Semua instansi bersatu padu, baik polisi, tentara, dinas instansi terkit dan jurnalis harus sigap dengan bencana ini,” Jelasnya pada sambutan Apel Gerakan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumsel 2016, Senin (7/3/2015) di Graha Agung Sumsel.

Dari data Sekretaris Ekslusif Gerakan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, pada tahun 2015 sampai Februari 2016, kabupaten terbanyak yang mengalami kebakaran adalah OKI sebanyak 55 desa, Muba 21 desa, Banyuasin 15 dan Ogan Ilir 22 desa.

“Dari banyaknya titik kebaran itulah, kita harus mengambil pelajaran dengan membuat gerakan kepedulian kebakaran hutan dan lahan ini,” kata Najib Asmani staf ahli gubernur bidang lingkungan hidup.

“Tujuan utamanya untuk pemberdayaan masyarakat desa peduli api, pemantauan kebakaran, restorasi gambut dan kawasan konservasi bernilai tinggi,” tambahnya.

Najib juga menjelaskan, sebenarnya nenek moyang sumatera selatan sejak zaman Kerajaan Sriwijaya sangat memperhatikan lingkungan. Itu terbukti dari Maklumat Sri Baginda Sri Jayanasa tahun 684 Masehi pada Prasasti Talang Tuo, yang berisi: Semoga tanaman-tanaman dengan bendungan dan kolam-kolam dapat digunakan semua makhluk, semoga mereka tidak terkena malapetaka, tidak tersiksa dan dapat lestari.

“Dari situlah kita liat pentingnya ada tanaman, bendungan dan kolam, mari kita siaga dan menjaga lingkungan kita dari kebaran hutan dan lahan ini,” ajaknya.

Apel Gerakan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumsel 2016 juga membuat komitmen antar instansi terkait untuk saling dukung mendukung, antara Pemrov Sumsel dan Pemerintah kabupaten OKI, Muba, Banyuasin dan OI. Disaksikan perwakilan Menteri Lingkungan Hidup, polisi dan tentara. Juga penyerahan secara simbolis alat pemadam kebaran pada dinas kehutanan.(Supardi)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *