oleh

15% PNS di Ogan Ilir Bakal di PHK Kalau Kebijakan Pemerintah Pusat Direalisasikan

INDERALAYA I Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKD) Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan mencatat komposisi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA) ada sekitar 15% dari jumlah PNS di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir. Angka ini belum termasuk PNS yang saat ini mengikuti perkuliahan untuk mengejar ijazah D3 dan S1.

“Saya rasa untuk memPHK-kan PNS lulusan SMA itu baru sebatas wacana. Tentu ini akan berdampak terhadap PNS lulusan SMA jika kebijakan itu benar-benar direalisasikan. Akan kemana mereka (PNS lulusan SMA) nantinya,”kata Kepala BKD OI H Darjis AL Senin (7/3/2016).

Menurut dia, saat ini tercatat ada sebanyak 6.733 PNS dengan komposisi lulusan SMA sekitar 15%, lulusan D3 sekitar 20%, lulusan S1 sekitar 60%, S2 dan S3 sekitar 5%.

Dia menuturkan bahwa saat ini banyak PNS lulusan SMA yang mengikuti perkuliahan, terutama bagi mereka tenaga fungsional pendidikan sebagai salah satu syarat untuk menjadi kepala sekolah.

“Ya, rata-rata tenaga fungsional pendidikan kuliah mengejar ijazah S1. Apalagi sekarang ini untuk menjadi kepala sekolah saja harus minimal berpendidikan S1. Memang rata-rata lulusan SMA banyak bekerja sebagai staf,”jelasnya.

Dia melanjutkan penerimaan CPNS umum untuk lulusan SMA sudah terakhir dilakukan 2010 lalu dan 2011 sampai saat ini tidak pernah lagi membuka penerimaan bagi lulusan SMA.

Dia hanya berharap pemerintah dapat kembali memikirkan nasib PNS lulusan SMA. Sebab keberadaan PNS lulusan SMA sangat membantu pekerjaan di semua SKPD.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD OI H Endang PU Ishak mengaku sangat prihatin dengan adanya wacana akan memPHK-kan PNS lulusan SMA. Sebab permasalahan itu menyangkut hajat hidup PNS lulusan SMA.

“Pemerintah harus memikirkan nasib PNS lulusan SMA selanjutnya. Tentunya harus ada opsi lain seperti dengan memberikan pekerjaan layak bagi PNS lulusan SMA. Mereka itukan (PNS lulusan SMA) diangkat dan diberhentikan melalui sistem ketatanegaraan. Seharusnya ada opsi lain yang menjadi solusi, bukan memPHK-kan PNS lulusan SMA. Justru wacana ini akan menambah masalah baru,”kata politisi Partai Golkar OI ini. (ST)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *