oleh

Festival GMT di Palembang Mendapat Kecaman

Ilustrasi Gerhana Matahari Total.
Ilustrasi Gerhana Matahari Total.

PALEMBANG I Organisasi Islam yang tergabung dalam Forum Penyelamat Akidah (FPA) Palembang Darussalam menolak festival gerhana matahari total (GMT) yang akan digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar)Provinsi Sumsel pada 9 Maret mendatang. Pasalnya, roundown acara yang digelar nantinya bertentangan dengan agama Islam dan tida mengedepankan kebudayaan lokal sumatera selatan.

“Dalam catatan sejarah, tidak ada dalam islam mengelar festival menyambut GMT,” kata perwakilan dari Forum Umat Islam, KH Umar Said saat menyampaikan pernyataan sikap di Sekretariat ICMI Sumsel, Minggu (6/3/2016).

Menurut Umar, langkah penolakan featival ini sudah mengingatkan Biro Kesra Pemprov Sumsel. Hanya saja jawabannya tidak jelas. Alasannya, biarlah semua berjalan, ada opsi festival dan ada opsi solat. “Saya sebenarnya berharap besar kepada majelis-majelis menyikapi ini denga kritis. Karena ini ancaman besar bagi akidah. Jangan sampai kegiatan-kegitan ini mendatangkan kemungkaran,”katanya.

Sementara itu, Ketua KAHMI Palembang, Solehun. Menurutnya, kegiatan acara festival ini menciderai umat islam mayoritas. GMT ini esensinya ada bahaya besar. Makanya Rasul mangajak Solat dan Taubat. Takut matahari tidak muncul lagi.

Sementara itu, Sekretaris MPII Sumsel, Marzuki S.Sy menambahkan, penolakan ini bukan menutup toleransi keberagaman. Silahkan jika umat agama lain ingin melakukan ritual keagamaan silakkan saja, tapi dinas pariwisata tidak harus mengakomodir.

“Ini jelas memancing ketenangan dan kondusifitas umat beragama. Jika masuk dalam roundown acara maka akan banyak yang hadir dan mengganggu akidah,”jelas Marzuki.

Inisiator gerakan, M Khalifah Alam menegaskan, penolakan ini tidak sebatas sikap saja. Tapi juga akan dilakukan gerakan dengan menggelar aksi damai di Pemprov, besok (7/3/2016). Salah satu tuntutannya jika tidak diindahkan meminta Gubernur untuk mencopot kepala dinas pariwisata. (Supardi)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *