oleh

Unsri Optimistis Raih World Class University

unsriINDERALAYA I Universitas Sriwijaya (Unsri) dibawah pimpinan Rektor Anis Saggaf menargetkan dapat menempatkan diri sejajar dengan universitas-universitas terkemuka di dunia. Melalui program terbaik yang dimiliki diyakini Unsri dapat meraih World Class University (WCU) dalam kurun waktu sekitar 2 tahun.

“Inilah misi yang harus dikejar. Kami optimistis Unsri mampu meraih WCU dalam dua tahun ke depan,”kata Rektor Unsri Anis Saggaf disela-sela silahturahmi dan yasinan bersama civitas akademi Unsri di rumah dinas Rektor Unsri Indralaya, kemarin malam.

Menurut Rektor, untuk mencapai tujuan tersebut, maka seluruh sistem nilai yang menjadi kunci harus dikembangkan dengan sungguh-sungguh.

Begitu pun program belajar mengajar yang diterapkan tenaga pendidik dan kependidikan harus dirubah sedemikian rupa.

“Kami menginginkan proses belajar mengajar tidak hanya bercerita saja, tetapi dapat memberikan pemahaman kepada para mahasiswa. Ya, program ini diberi nama proses belajar mengajar paripurna,” ujar Anis.

Dia melanjutkan, adapun fase kedepan yang perlu diperbanyak adalah media publikasi. Dengan begitu perlahan program yang dijalankan ini dapat mengakar ke semua pendidik.

Disamping itu pula, adanya grand riset. Bahkan tahun ini pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp4miliar yang diperuntukkan bagi profesor selama kurun waktu empat tahun.

“Dalam grand riset ini, diharap satu profesor dapat membimbing 4 doktor untuk riset. Selanjutnya riset yang baik harus dieksekusi oleh mahasiswa S3. Jadi, dosen itu tidak hanya mengajar, tapi memfasilitasi mereka dengan riset dan publikasi. Semua dosen harus ada riset. Untuk skripsi mahasiswa pun harus dari riset itu,”jelasnya.

Saat ini, Unsri memiliki sekitar 70 profesor aktif, doktor 314 orang, dan 250 dosen dari S2 ke S3. Insyallah jika seluruh program ini dapat berjalan sesuai harapan selama 2 tahun, maka Unsri akan memiliki ratusan profesor yang pada akhirnya mampu menjadi universitas terbaik se Indonesia,”terangnya.

Prof Anis menambahkan sewaktu mencalonkan diri sebagai rektor, dirinya menandatangani perjanjian dengan BEM bahwasanya rektor Unsri terpilih wajib menempati rumah dinas di Indralaya. Hal itu sudah ditepati dan kini pihaknya mengajak segenap para dekan untuk ikut meramaikan rumah dinas di Unsri Indralaya.

“Dalam silahturahmi ini banyak sekali yang dibicarakan. Bahkan tiap malam wisuda biasanya kami ngumpul bersama di rumah dinas dalam evaluasi akademik. Selain itu pula, untuk mata kuliah agama nanti akan dipusatkan di masjid,” jelas Rektor. (ST)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *