oleh

5 Tahun Tidak Digaji, Horer ini Ngeluh ke Bupati

KAYUAGUNG I Para tenaga honorer yang bertugas di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), masih mempertanyakan status dan nasib mereka kedepan. Bukan hanya menginginkan untuk diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS), sebagian dari mereka juga masih menginginkan perhatian pemerintah daerah terkait pemberian uang honor.

Seperti yang dikatakan Eva, salah satu tenaga honorer yang bertugas di Desa Lebak Beriang, Kecamatan Cengal. “Saya sudah 5 tahun lebih menjadi honorer kesehatan yang bertugas di Lebak Beriang ini, tapi sampai sekarang uang honor tidak dapat. Mohon kepada Pak Bupati untuk memperhatikan dan memperjuangkan nasib kami para honorer ini,” ungkap Eva dihadapan Bupati OKI, Iskandar SE saat berkunjung ke Desa Lebak Beriang Kecamatan Cengal kemarin.

Menurutnya, uang honor yang diharapkan bukan semata-mata untuk kesejahteraan, melainkan untuk biaya transportasi. “Ya kalau bisa bidan desa seperti kami ini diangkat menjadi bidan PTT. Soalnya lebih dari 5 tahun kami mengabdi, sementara uang honor saja tidak ada. Bukannya kami ini tidak ikhlas, tapi untuk uang transportasi kami,” tandasnya.

Bupati OKI, Iskandar SE yang saat itu berkunjung ke desa tersebut mengatakan, pihaknya akan memperjuangkan nasib tenaga honorer baik kesehatan dan pendidikan untuk diangkat menjadi CPNS. “Sebelum menjadi Bupati, saya bertekad akan mengangkat semua tenaga honorer yang telah puluhan tahun mengabdi. Namun setelah menjadi Bupati, kewenangan itu sekarang ini semuanya diambil pemerintah pusat,” ungkap Iskandar.

Namun demikian, kata Bupati, pihaknya akan memperjuangkannya, dengan mengajukan ke pusat tambahan kuota pengangkatan baik dari tenaga honorer K2 maupun honorer biasa. “Nanti kalau ada pengangkatan tenaga honorer, kita akan mengajukan kuota tambahan. Karena banyak sekali guru, bidan dan pegawai kita yang masih berstatus tenaga honorer. Mudah-mudahan kedepan semuanya bisa diangkat,” tandasnya.

Kepala BKD OKI, Listiadi Martin melalui Sekretarisnya, Hajjar SSos sebelumnya mengaku saat ini belum ada informasi terkait pengangkatan tenaga honorer, begitu juga adanya informasi penerimaan CPNS jalur umum tahun 2016. “Saat ini tenaga honorer K2 yang masih mengantri sebanyak 900 orang lebih. Dan kami belum tahu apakah orang-orang tersebut bisa diangkat atau tidak. Namun kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memperjuangkan nasib para honorer tersebut,” terangnya.

Sementara anggota DPRD OKI, H Subhan Ismail mengatakan, honorer yang telah mengabdi puluhan tahun sudah selayaknya untuk diangkat menjadi PNS. “Apalagi Kabupaten OKI ini masih membutuhkan 1.000 lebih pegawai, jadi alangkah baiknya kalau pegawai ini diambil dari tenaga honorer yang telah mengabdi puluhan tahun,” cetusnya seraya menuturkan, Pemerintah Daerah harus ekstra dalam memperjuangkan nasib tenaga honorer ini. (Romi)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *